Alat potong pada mesin bubut dan penjelasannya

Sobat Mesin… artikel kali ini akan membahas mengenai berbagai macam dan jenis alat potong pada mesin bubut, yang sering digunakan dalam proses pembubutan. Penjelasan alat potong pada mesin bubut ini sengaja dibuat secara umum sebagai pengetahuan dasar para operator mesin bubut agar nantinya dapat memilih dan menggunakan alat potong tersebut sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

Alat potong pada mesin bubut yang dimaksud adalah pahat bubut, bor senter, mata bor, kontersing, konterbor dan rimer mesin. Berikut ini diuraikan secara singkat untuk masing-masing jenis alat potong tersebut, penjelasan lebih detail dapat untuk beberapa jenis alat potong dapat mengikuti tautan yang disertakan.

Pahat Bubut

Pahat bubut merupakan salah satu alat potong pada mesin bubut yang paling banyak digunakan pada proses pembubutan menggunakan mesin bubut. Pahat bubut sendiri memiliki berbagai macam jenis sesuai dengan pengerjaan benda kerja yang sedang dilakukan. Sebagai contoh misalnya pekerjaan pembubutan permukaan/facing, rata, bertingkat, alur, champer, tirus, memperbesar lubang, ulir dan memotong. Berikut ini akan diuraikan berbagai jenis pahat bubut berdasarkan klasifikasi penggunaan dan fungsinya dalam proses pembubutan.

  • Jenis pahat bubut berdasarkan posisi penyayatan

Apabila dilihat berdasarkan posisi penyayatan pada proses pembubutan, maka alat potong pada mesin bubut yang berupa pahat bubut dapat diklasifikasi menjadi 2 yaitu: pahat bubut luar dan pahat bubut dalam. Pahat bubut luar adalah jenis pahat bubut yang digunakan pada proses pembubutan pada bagian diameter luar benda kerja. Sebagai contoh misalnya: proses facing, bubut rata bertingkat diameter luar, pembubutan ulir luar (baut).

Pahat bubut dalam adalah jenis pahat bubut yang digunakan pada proses pembubutan pada bagian diameter dalam benda kerja. Sebagai contoh misalnya: pembubutan rata bertingkat diameter dalam, pembubutan ulir dalam (mur).

  • Jenis pahat bubut berdasarkan keperluan pekerjaan

Apabila dilihat berdasarkan keperluan pekerjaan pada urutan proses pembubutan, maka pahat bubut dapat diklasifikasi menjadi 2 yaitu: pahat bubut untuk keperluan roughing (pengasaran) dan pahat bubut finishing (penyelesaian). Pahat bubut roughing adalah jenis pahat bubut yang digunakan pada proses pembubutan untuk pengerjaan kasar.

Pengerjaan kasar yang dimaksud adalah apabila pahat harus melakukan penyayatan terhadap benda kerja dalam waktu yang sesingkat mungkin dan hasil permukaan sayatan masih diabaikan. Pahat bubut roughing sebaiknya konstruksinya dibuat kuat agar mampu melakukan penyayatan dengan ketebalan maksimal.

Pahat bubut finishing digunakan pada proses pembubutan untuk pengerjaan halus. Pengerjaan halus biasanya dilakukan pada langkah penyelesaian dimana kualitas permukaan benda kerja dan ukuran menjadi prioritas utama. Sudut dan geometri pahat bubut finishing harus dibuat sedemikian rupa agar dapat memperoleh permukaan benda kerja yang optimal.

  • Jenis pahat bubut berdasarkan letak sisi potongnya

Apabila dilihat berdasarkan letak sisi potongnya, maka pahat bubut dapat diklasifikasi menjadi 2 yaitu: pahat bubut kanan dan pahat bubut kiri. Pahat bubut kanan adalah jenis pahat bubut yang mempunyai mata potong dimana sisi potongnya menghadap ke kanan apabila pahat mata potongnya dihadapkan ke arah kita. Penggunaan pahat bubut kanan adalah untuk mengerjakan benda kerja dari arah kanan ke kiri, atau menuju ke arah kepala tetap/cekam.

Pahat bubut kiri adalah jenis pahat bubut yang mempunyai mata potong dimana sisi potongnya menghadap ke kiri apabila pahat mata potongnya dihadapkan ke arah kita. Penggunaan pahat bubut kiri adalah untuk mengerjakan benda kerja dari arah kiri ke kanan, atau menuju ke arah kepala lepas.

  • Jenis pahat bubut berdasarkan bentuk dan fungsinya

Apabila dilihat berdasarkan bentuk dan fungsinya, maka pahat bubut dapat diklasifikasi menjadi beberapa jenis. Gambar di bawah ini menunjukkan penamaan pahat bubut berdasarkan bentuk profil dan fungsinya, (dari kiri ke kanan) adalah: pahat sisi kanan, pahat pinggul/ champer kanan, pahat sisi/permukaan kanan, pahat sisi/permukaan kanan (lebih besar),pahat ulir segitiga kanan, pahat alur, pahat alur segitiga(kanan kiri), pahat ulir segitiga kiri, pahat sisi kiri, pahat pinggul kiri dan pahat alur lebar. Selengkapnya dapat dibaca di Bentuk dan fungsi pahat bubut

Jenis pahat bubut berdasarkan bentuk dan fungsinya, alat potong pada mesin bubut

Sedangkan untuk memilih jenis pahat bubut yang sesuai dengan jenis pekerjaan silahkan Anda saksikan di video berikut ini.

Alat potong pada mesin Bubut – Bor senter

Bor senter merupakan alat potong pada mesin bubut yang berfungsi untuk membuat lubang senter pada ujung permukaan benda kerja. Jenis bor senter ada tiga yaitu: bor senter standar (standar centre drill), bor senter dua mata sayat (safety type centre drill) dan mata sayat radius (radius form centre drill). Bor senter standar memiliki sudut mata sayat pengarah sebesar 60º, sehingga hasil lubang senter yang dibuat memilki sudut yang sama dengan sudut mata sayatnya. Contoh bor senter dan cara pemasangannya ditunjukkan pada Gambar berikut ini.

Alat potong pada mesin bubut

Mata bor

Mata bor adalah salah satu alat potong pada mesin bubut yang berfungsi untuk membuat lubang pada benda pejal. Dalam membuat diameter lubang bor dapat disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu tergantung dari diameter mata bor yang digunakan. Pengelompokan jenis mata bor dapat digolongkan berdasarkan jenis tangkainya (lurus dan tirus) maupun besarnya sudut spiral mata potongnya. Beberapa jenis mata bor ditunjukkan pada Gambar

Alat potong pada mesin bubut

Kontersing

Kontersing (Countersink) merupakan alat potong pada mesin bubut yang digunakan pada mesin bubut untuk membuat champer pada ujung lubang. Jenis kontersing apabila dilihat dari tangkainya terbagi menjadi dua yaitu, kontersing tangkai lurus dan kontersing tangkai tirus. Jumlah mata sayat kontersing ada enam jenis yaitu: jumlah mata sayat satu, mata sayat dua, mata sayat tiga, mata sayat empat, mata sayat lima dan mata sayat enam. Berdasarkan pilihan sudut mata sayatnya, kontersing tersedia dalam enam pilihan, yaitu: sudut mata sayat 60º, 82º, 90º, 100º dan 120º

Konterbor

Konterbor (counterbor) merupakan alat potong pada mesin bubut yang dapat digunakan pada mesin bubut yang berfungsi untuk membuat lubang bertingkat. Hasil lubang bertingkat ini biasanya digunakan sebagai dudukan kepala baut L. Konterbor tersedia dalam dua pilihan yaitu: konterbor tangkai lurus dan konterbor tangkai tirus

Rimer mesin

Rimer mesin merupakan alat potong pada mesin bubut yang dapat digunakan pada mesin bubut untuk memperhalus dan memperbesar lubang. Tingkat toleransi dan suaian rimer bersifat khusus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Proses rimer merupakan proses lanjutan dari pengeboran pada benda kerja. Pembuatan diameter lubang sebelum dirimer, untuk diameter sampai dengan 10 mm dianjurkan diameternya dibuat lebih kecil dari diameter nominal rimer yaitu antara 0,15 ÷ 0,25 mm.

Sedangkan untuk lubang diameter 10 mm keatas, dianjurkan diameternya dibuat lebih kecil dari diameter nominal rimer yaitu antara 0,25 ÷ 0,60 mm. Tujuan dilakukan pengurangan diamerter sebelum dirimer adalah, agar hasilnya lebih maksimal dan beban pada rimer tidak terlalu berat sehingga memilki umur lebih panjang.

Kartel (knurling)

Kartel (knurling) merupakan alat potong pada mesin bubut yang dapat digunakan pada mesin bubut untuk membuat alur-alur melingkar lurus atau silang pada bidang permukaan benda kerja. Tujuan pengkartelan bagian luar adalah agar permukaan bidang tidak licin pada saat dipegang, contohnya terdapat pada batang penarik, tangkai palu besi dan pemutar yang dipegang dengan tangan. Bentuk/profil hasil pengkartelan ada tiga jenis yaitu: belah ketupat/ intan, menyudut/silang dan lurus. Hasil pengkartelan tergantung dari bentuk gigi pisau kartel yang digunakan.