Cara membubut alur pada mesin bubut manual

Membubut alur adalah proses pembubutan dengan tujuan untuk membuat celah dengan lebar dan kedalaman tertentu pada benda kerja. Cara membubut alur menggunakan pahat bubut yang khusus untuk membuat alur karena memiliki ukuran, sudut dan geometri khusus. Pembubutan alur pada umumnya bertujuan untuk membuat sisi pembebas untuk proses membuat ulir dengan menggunakan mesin bubut. Selain itu dapat juga untuk pembuatan tempat pemasangan snap ring. Pembubutan alur dapat dilakukan pada diameter benda kerja bagian luar maupun bagian seperti pada membubut lurus. Bentuk pahat alur ada beberapa macam yaitu berbentuk lurus, bengkok, berjenjang ke kanan atau ke kiri, disesuaikan dengan kebutuhan. Secara lebih terinci pahat alur yaitu: a) alur sudut, b) alur lebar, c) alur sempit, d) alur akhir ulir dan e) alur tusuk.

Proses atau cara membubut alur adalah sisi sayat pahat yang menyayat benda kerja pada ukuran yang lebih lebar. Hal ini menyebabkan terjadinya gaya gesek antara pahat dan benda kerja. Gaya gesek yang ditimbulkan adalah lebih besar dibanding pada pembubutan lurus maupun facing. Satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi gaya gesek tersebut adalah memastikan ujung sayat pahat benar-benar setinggi senter benda kerja. Hal ini karena posisi ujung sayat pahat tepat pada senter benda kerja adalah titik paling minimal menimbulkan gaya gesek. Pembuktian lebih lanjut dapat dipelajari pada materi Dinamika dan Kinematika Mesin.

cara membubut alur

K3 dalam cara membubut alur

Faktor K3 (keselamatan kerja) sangat perlu untuk diperhatikan. Hal ini agar terwujud keselamatan kerja baik bagi operator mesin, benda kerja maupun mesin/peralatan. Berikut ini ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan agar pembubutan alur dapat berjalan dengan aman, yaitu:

  • Sebaiknya menggunakan putaran spindel mesin yang rendah, yaitu sekitar 1/3 jumlah putaran berdasarkan rumus perhitungan. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi besarnya gaya gesek yang ditimbulkan pada benda kerja yang sedang dikerjakan. Selain posisi ujung sayat pahat, putaran benda kerja juga mempengaruhi besarnya gaya gesek yang ditimbulkan.
  • Pada pengerjaan alur sebaiknya ujung benda kerja didukung juga dengan menggunakan center kepala lepas. Hal ini agar benda kerja tetap pada posisi center pada sumbu benda kerja. Selain itu juga dapat menghindari terjadinya benda kerja terlepas dari pencekaman, bengkok, atau bahkan patah.
  • Laju pemakanan juga sebaiknya diatur pada pada kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pembubutan lurus maupun facing. Hal ini lebih pada alasan keamanan dan pertimbangan kondisi kinerja mesin yang digunakan.
  • Pengerjaan alur dengan sisi sayat pahat lebar juga akan menimbulkan panas yang lebih banyak. Sehingga disarankan untuk menggunakan cairan pendingin selama proses pembubutan alur berlangsung.
  • Pembuatan alur biasanya pada ukuran lebar maupun kedalaman yang tidak begitu besar. Sehingga menjalankan eretan dengan kontrol secara manual adalah pilihan yang lebih baik.

Jenis cara membubut alur

Cara membubut alur dapat dilakukan dalam dua arah. Arah pertama adalah maju seperti langkah facing, hal ini apabila lebar alur yang dibuat sama dengan lebar pahat alur yang digunakan. Arah yang kedua adalah selain maju, pahat juga digerakkan pada arah memanjang benda kerja. Hal ini dilakukan apabila ukuran lebar alur yang dibuat adalah lebih besar daripada ukuran lebar pahat alurnya.

Cara dan jenis pembubutan lain yang dapat dikerjakan dengan menggunakan mesin bubut dapat dibaca di: Jenis pekerjaan pembubutan dengan mesin bubut

Kata kunci pencarian:

  • langkah langkah membubut alur
  • pembuatan alur pd bubut