Achmad Arifin

Pemesinan CNC CAD/CAM Welding

Menu

Cara mencermati gambar kerja pembubutan dengan mudah

January 27, 2018 | Pemesinan Manual

Mencermati gambar kerja yang dimaksud adalah aktivitas membaca gambar kerja dengan seksama. Cara mencermati gambar kerja  adalah dengan mengamati beberapa informasi yang dapat diperoleh dari gambar kerja pembubutan. Aspek atau informasi tersebut diantaranya adalah:

  • jenis material dan ukuran awal bahan benda kerja yang disediakan.
  • bentuk kontur secara keseluruhan benda kerja yang akan dihasilkan.
  • tanda perintah pengerjaan khusus (bila ada).
  • batas toleransi atau suaian yang dipersyaratan.
  • kualitas hasil permukaan yang diminta.

Pengamatan yang dilakukan pada aspek-aspek tersebut diharapkan dapat diperoleh gambaran secara menyeluruh kebutuhan bahan, proses pengerjaan maupun peralatan bantu lainnya. Hal ini akan mempermudah dalam merencanakan proses pembubutan khususnya dalam membuat persiapan kerja dituangkan dalam work preparation sheet.

Baca: Merencanakan proses pembubutan yang efektif dan efisien

Informasi pertama yang perlu diperhatikan dalam cara mencermati gambar kerja adalah mengenai jenis material benda kerja. Jenis material benda kerja yang akan dikerjakan perlu diketahui lebih dulu karena sangat diperlukan dalam menentukan parameter pemesinan. Selain itu juga diperlukan untuk menyiapkan peralatan bantu lainnya yang sesuai. Sebagaimana diketahui bahwa untuk jenis material yang berbeda maka nilai cutting speed juga berbeda. Sehingga hal ini akan mempengaruhi parameter pemotongan yang lainnya.

Baca: Jenis material pembubutan yang sering digunakan

Ukuran awal bahan benda kerja merupakan aspek kedua yang perlu diperhatikan dalam cara mencermati gambar kerja. Informasi ukuran awal benda kerja perlu diamati karena diperlukan untuk memperkirakan cara penjepitan benda kerja. Selain itu juga untuk memperkirakan ketebalan maupun jumlah penyayatan baik pada langkah roughing maupun finishing. Sebagai contoh perhatikan gambar berikut. Pada gambar kerja bagian kiri berbentuk poros menunjukkan ukuran Ø35 mm. Sedangkan benda kerja awal menggunakan bahan dengan ukuran standar pasar yaitu diameter 2 inch (50,8 mm). Sehingga pengurangan yang harus dilakukan adalah sebesar 15,8 mm diameter atau setara dengan 7,9 mm ketebalan penyayatan. Selanjutnya dapat ditentukan deep of cut yang akan digunakan sehingga diperoleh jumlah langkah penyayatan pada langkah roughing maupun finishing.

Cara mencermati gambar kerja pembubutan

Informasi ketiga yang perlu diperhatikan dalam cara mencermati gambar kerja adalah mengenai bentuk kontur benda kerja. Bentuk kontur secara keseluruhan benda kerja yang akan dihasilkan akan sangat membantu dalam menentukan urutan langkah pengerjaan. Berdasarkan informasi bentuk kontur benda kerja dapat diidentifikasi jenis pekerjaan apa saja yang perlu dilakukan dan sebaiknya urutan pengerjaannya bagaimana.

Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui bahwa jenis pekerjaan pembubutan yang harus dilakukan dapat dikerjakan dalam dua sesi pekerjaan. Dua sesi yang dimaksud adalah pengerjaan untuk sisi kiri terlebih dahulu kemudian sisi kanan. Pengerjaan pada sisi kiri meliputi: a) bubut muka, b) pengerjaan poros bertingkat pada Ø35 mm dan Ø48 mm, c) pengerjaan radius R4 dan R5, d) pengerjaan champer. Selanjutnya benda kerja dibalik untuk pengerjaan sisi kiri yang meliputi: a) bubut muka, b) pengerjaan diameter untuk ulir, c) pengerjaan Ø25 mm, d) pengerjaan bagian tirus, e) pembuatan champer dan f) pembubutan alur.

Baca: Jenis pekerjaan pembubutan dengan mesin bubut

Cara mencermati gambar kerja bagian khusus

Informasi berikutnya yang perlu diperhatikan dalam cara mencermati gambar kerja adalah bagian yang lebih rinci, namun belum tentu ada. Maksudnya adalah keterangan ini terkadang muncuk di gambar kerja namun juga tidak dimunculkan. Apabila tidak dimunculkan di gambar kerja maka menggunakan kaidah umum pengerjaan yang berlaku. Percematan gambar kerja juga harus dilakukan khususnya pada tanda-tanda pengerjaan khusus (bila ada), tanda toleransi dan nilai kekasaran permukaan yang diinginkan.

Baca: Toleransi ukuran pada proses pemesinan

Gambar contoh di atas tersebut tidak terdapat tanda pengerjaan khusus, artinya semua dapat dikerjakan menggunakan mesin bubut dengan jenis alat potong menyesuaikan jenis pekerjaan (pahat rata, pahat alur dan pahat ulir). Batas toleransi yang ditetapkan adalah sebesar ±0,05 mm khusus pada Ø35 dan Ø48. Sedangkan untuk ukuran lainnya batas toleransi mengacu pada toleransi umum yang tertulis pada etiket. Sedangkan nilai kekasaran permukaan yang diinginkan adalah sebesar N7 untuk keseluruhan permukaan yang dihasilkan.

Apabila semua informasi tersebut sudah diperoleh, maka selanjutnya dapat melakukan langkah persiapan lainnya berupa membuat work preparation.

Baca: Membuat work preparation pembubutan yang efektif dan efisien

Kata kunci pencarian:

  • gambar kerja dengan toleransi khusus

Artikel yang relevan dengan Cara mencermati gambar kerja pembubutan dengan mudah

Page

    Page

      Page