Cara mengatur feeding pada mesin bubut manual

Sobat mesin…..kali ini hadir kembali untuk membahas mengenai cara mengatur feeding pada mesin bubut. Sebagaimana sobat mesin ketahui bahwa selain mengatur besarnya putaran spindel mesin, sebelum melakukan pekerjaan pembubutan juga harus menentukan dan mengatur kecepatan pemakanan atau yang sering juga disebut dengan feeding.

Pengaturan berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengatur posisi handel untuk memilih atau menentukan besarnya gerak makan (feed rate). Gerak makan yang dimaksud disini adalah jarak pergerakan pahat per-satu putaran benda kerja, baik pada arah membujur (pada eretan bawah) maupun pada arah melintang (pada eretan lintang). Pengaturan handel ini dimaksudkan untuk memperoleh besarnya gerak makan eretan mesin bubut sesuai dengan keperluannya. Pemilihan gerak makan sendiri akan berpengaruh pada tingkat kekasaran gerakan eretan bawah atau eretan lintang ketika dijalankan pada mode gerakan otomatis.

Baca juga: Tuas pengatur kecepatan mesin bubut dan cara menggunakannya

Seperti pada handel pengatur putaran mesin, posisi handel pengatur gerak makan berbeda-beda tergantung jenis dan merk mesin bubut yang digunakan. Oleh karena itu perlu menyesuaikan dengan mesin bubut yang sedang digunakan.Sehingga cara mengatur feeding pada mesin bubut perlu menyesuaikan dengan jenis mesin bubut yang digunakan.

Cara mengatur feeding pada mesin bubut
Cara mengatur feeding pada mesin bubut

Kombinasi posisi handel pengatur feed rate disediakan pada sebuah tabel yang terdapat pada kepala tetap. Berikut ini dicontohkan penggunaan handel pengatur feed rate dan gerakan eretan secara otomatis dengan menggunakan mesin bubut Ciamix SP 6230T. Perhatikan Gambar pada bagian tabel feeding yang ditunjuk dengan panah warna biru. Cara pengaturan dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Menentukan besarnya feed rate yang akan digunakan sesuai dengan proses pembubutan yang akan dilakukan, proses roughing atau finishing. Sebagai contoh besarnya feed rate yang akan digunakan adalah sebesar 0,028 mm/put pada eretan lintang dan 0,104 mm/put pada eretan bawah. (perhatikan kotak merah pada Gambar)
  • Perhatikan pada tabel tersebut dan cermati kombinasi handel yang ada dengan cara menarik ke atas diperoleh V dan ke kiri diperoleh B, C.
  • Memposisikan handel A-B pada penunjukkan huruf B. Perhatikan tanda panah warna hitam pada handel tersebut.
  • Memposisikan handel C-D pada penunjukkan huruf C. Perhatikan tanda panah warna hitam pada handel tersebut.
  • Memposisikan handel R-S-T-V pada penunjukkan huruf V. Perhatikan tanda panah warna hitam pada handel tersebut.
  • Pengaturan handel ini dapat dilakukan baik pada saat spindel mesin sedang diam atau sedang berputar.
  • Pengaturan feed rate/gerak makan ini hanya berfungsi ketika eretan mesin bubut dijalankan pada mode otomatis.
  • Selanjutnya untuk menjalankan eretan secara otomatis dapat menggerak handel yang ditunjukkan dengan panah. Apabila handel diarahkan ke bawah maka eretan lintang yang akan bergerak, sedangkan apabila handel diarahkan ke atasĀ  maka eretan bawah yang akan bergerak.

Baca juga:

Demikian pembahasan mengenai cara mengatur feeding pada mesin bubut. Perlu diperhatikan kembali dan disesuaikan dengan jenis/merk mesin bubut yang digunakan.

Kata kunci pencarian:

  • apa maksud A dan B di tuas pengatur kecepatan mesin bubut
  • cara mengatur putaran mesin bubut dan bubut tirus
  • jelaskan perbedaan handel pengatur kecepatan putar dan handel feeding
  • mengatur mesin bubut
  • Settingan kecepatan pada mesin bubut
  • tabel feeding mesin bubut