Achmad Arifin

Pemesinan CNC CAD/CAM Welding

Menu

Gaji welder berdasarkan kualifikasinya

December 26, 2017 | Welding

Gaji welder merupakan salah satu topik pembicaraan yang tidak ada habisnya. Memilih jenis pekerjaan, maka salah satu pertimbangannya adalah masalah gaji yang akan diterima dan dibawa pulang. Profesi sebagai welder di Indonesia memang masih dianggap remeh bahkan dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Kebanyakan orang masih menganggap bahwa profesi sebagai welder adalah pekerjaan yang kotor dan tidak dapat memberikan jaminan kehidupan yang layak bagi keluarga. Namun kenyataannya tidaklah demikian. Welder atau juru las merupakan salah satu profesi yang memiliki potensi penghasilan yang sangat tinggi. Gaji welder memang sangat tergantung dengan jenis kemampuan atau level ketrampilan yang dimiliki oleh welder itu sendiri.

Baca juga: Ragam Profesi Dalam Bidang Pengelasan

Juru las atau Welder yang dimaksud disini adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dan ketrampilan khusus di bidang pengelasan sesuai standar internasional (AWS atau ASME). Pekerjaan kontruksi yang memerlukan tenaga welder membutuhkan level ketrampilan welder sesuai dengan jenis pengelasan yang akan dilakukan. Penggolongan jenis welder juga disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang harus mampu diselesaikan oleh welder itu sendiri. Hal tersebut juga akan berpengaruh langsung pada penghasilan yang akan diterima sebagai gaji welder. Berikut ini akan diuraikan beberapa jenis welder beserta kisaran potensi penghasilan yang akan diterima oleh seorang welder.

Kualifikasi welder Kemenaker RI

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa pekerjaan pengelasan ada beraneka ragam. Setiap jenis pekerjaan harus dilakukan oleh welder yang memiliki kemampuan sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan. Bukti kemampuan atau level ketrampilan seorang welder salah satunya adalah berupa sertifikat juru las yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Welder digolongkan menjadi 3 kelas yaitu:

  • Welder kelas I, merupakan welder yang memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan pengelasan pada sambungan-sambungan yang mengalami tekanan. (overdruk). Sebagai contoh adalah badan silindris, dinding pipa-pipa sebagai penguat, penguat dinding, plendes sambungan pipa dan pipa bertekanan. Welder kelas I merupakan level tertinggi. Welder dengan kualifikasi ini diijinkan juga melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh welder kelas I dan II.
  • Welder kelas II, merupakan welder yang diperbolehkan melakukan pekerjaan pengelasan pada tangan, penyangga, isolasi, bagian dari dapur pengapian ketel uap. Welder kelas II merupakan level menengah, dimana diperbolehkan melaksanakan pekerjaan yang dilakukan oleh welder kelas III tetapi dilarang melakukan pekerjaan welder kelas I.
  • Welder kelas III, merupakan welder dengan kelas terendah. Pekerjaan yang boleh dilakukan adalah diantaranya melakukan pengelasan yang tidak menderita tekanan salat-salat bagian luar. Welder jenis ini tidak diperbolehkan melaksanakan pekerjaan yang dilakukan oleh welder kelas I maupun kelas II.Gaji welder posisi 6G

Kualifikasi welder Plate / Pipe

Selain pengelompokan berdasarkan kelas sebagaimana dijelaskan di atas, welder juga dibedakan berdasarkan jenis obyek pekerjaannya. Pembagian kualifikasi ini yang paling popular adalah dikenal dengan sebutan welder plate dan welder pipe.

  • Welder plate, adalah juru las yang diijinkan hanya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berupa sambungan pelat. Namun demikian secara rinci juga masih dibedakan berdasarkan posisi pengelasan dan ketebalan pelat yang disambung. Kelas tertinggi welder plate adalah ketika seorang welder mampu melakukan pekerjaan dengan posisi pengelasan 1G, 2G, 3G dan 4G
  • Welder pipe, adalah juru las yang memiliki kemampuan khususnya pada pekerjaan sambungan pipa. Pengelasan pipa memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding pengelasan pelat. Penggolongan welder pipa juga didasarkan pada posisi pengelasan dan ukuran diameter pipa yang disambung. Kelas tertinggi welder pipe adalah ketika seorang welder mampu melakukan pekerjaan dengan posisi pengelasan 1G, 2G, 5G dan 6G.

Program Sertifikasi Welder

Sertifikasi Welder di Indonesia masih terbagi menjadi dua yaitu yang dikeluarkan oleh Kemenaker dan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Pelaksanaan sertifikasi biasanya dilakukan oleh LSP (Lembaga SertifikasiProfesi) yang memiliki lisensi dari BNSP. Dalam program sertifikasi welder terdapat berbagai macam jenis sertifikat yaitu kelas welder dan juga posisi pengelasan yang diujikan saat proses sertifikasi berlangsung, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sertifikat welder sebagai bukti bahwa seorang welder dikatakan kompeten/termpil dan akan mendapatkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mempunyai sertifikat. Berikut adalah kelompok sertifikasi welder yang banyak dilakukan:

Welder Kelas 1:

  • Plate: 1G, 2G, 3G, 4G
  • Pipe: 1G, 2G, 5G, 6G

Welder Kelas 2:

  • Plate: 1G, 2G, 3G, 4G
  • Pipe: 1G, 2G, 5G

Welder Kelas 3:

  • Plate: 1G, 2G
  • Pipe: 1G, 2G

Gaji Welder dengan kualifikasi khusus

Salah satu kualifikasi khusus welder adalah Underwater Wet Welding atau dikenal dengan pengelasan bawah air. Underwater wet welding adalah pengelasan yang dilakukan di bawah air, umumnya laut. Welder ini merupakan tenaga spesialis pengelasan basah yang banyak digunakan dalam maintenance dan perbaikan struktur kapal, konstruksi pipa air, konstruksi pipa minyak dan gas, konstruksi jembatan di atas air maupun konstruksi rig atau pengeboran lepas pantai.

Selama ini pekerjaan pengelasan bawah air ini masih banyak ditangani oleh tenaga kerja asing. Hal ini karena belum banyak SDM profesional dari Indonesia untuk pengelasan bawah air. Padahal pekerjaan di bidang ini sangat banyak, karena Indonesia merupakan negara dengan wilayah sebagian besar terdiri dari perairan dan laut.

Gaji welder di IndonesiaPerlu diketahui bahwa welder jenis ini memiliki potensi penghasilan yang sangat luar biasa. Gaji yang diterima dihitung berdasarkan durasi jam yaitu dalam 1 jam mereka dibayar 200US$ (Kisaran Rp 2.200.000,-). Jika dalam sehari bekerja 8 jam itu artinya mendapatkan penghasilan Rp 16.000.000,- perhari. Dan jika kita kalikan 22 hari kerja saja dalam satu bulan maka seorang “welder” dapat menghasilkan Rp 352.000.000,- perbulan!

Baca juga: Tugas dan Tanggungjawab serta Gaji bagi seorang Welder Underwater

Gaji welder bikin ngiler

Gaji welder atau juru las untuk skala nasional sangat bervariasi. Penghasilan total mulai dari 3,5 juta sampai 10 juta dapat berubah tergantung jumlah lembur atau overtime. Rata-rata gaji Welder di Indonesia kurang lebih Rp 5.250.000,- (berdasarkan info dari https://id.indeed.com) Info gaji berasal dari 19 poin data yang dikumpulkan langsung dari karyawan, pengguna, dan lowongan di Indeed dalam kurun 24 bulan terakhir. Perlu diperhatikan bahwa semua jumlah gaji adalah perkiraan berdasarkan masukan dari pihak ketiga kepada Indeed. Jumlah ini dibagikan kepada pengguna Indeed hanya untuk tujuan perbandingan saja. Gaji minimum mungkin saja berbeda dari tiap wilayah yurisdiksi dan kamu harus berkonsultansi langsung dengan perusahaan tersebut untuk mengetahui jumlah gaji sebenarnya.

Sedangkan di luar negeri penghasilan seorang welder dapat mencapai 25-30 juta per-bulan. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Supriyadi, seorang welder senior dari Indonesia yang sudah berpengalaman di luar negeri. Gaji welder yang diterimanya adalah sebesar 2.200 dollar AS, belum termasuk lembur. Pekerjaan mengelas dilakukan di berbagai infrastruktur industri, dari turbin listrik hingga kilang minyak dan pipa tambang. Inilah yang membedakan welder dengan buruh migran lainnya. Dengan keahliannya mengelas, para welder punya posisi tawar luar biasa.

Baca juga: Menjadi Welding Inspector yang Profesional

Kata kunci pencarian:

  • gaji welder 6g
  • las shaw 3g gaji

Artikel yang relevan dengan Gaji welder berdasarkan kualifikasinya

Page

    Page

      Page