Jenis alat potong mesin frais dan alat bantu lainnya

Sobat Mesin setelah kita membahas jenis-jenis mesin frais, selanjutnya kita akan membahas jenis alat potong mesin frais yang sering digunakan. Alat potong pada mesin frais sering disebut dengan istilah pisau frais atau juga disebut milling cutter. Jenis dan bentuk pisau frais bermacam-macam tergantung pada jenis mesin frais yang digunakan dan jenis gerakan/pekerjaan pemotongan yang dilaksanakan pada proses pengefraisan itu sendiri. Berikut ini dijelaskan 6 (enam jenis alat potong atau pisau frais yang sering digunakan pada proses pengefraisan baik pada mesin frais jenis vertikal maupun universal. Setiap jenis alat potong mesin frais juga diberikan gambar untuk mempermudah pemahaman. Selamat membaca, apabila ada usulan materi yang perlu dituliskan atau ingin mengirimkan untuk diterbitkan silahkan kontak melalui email yang ada.

Jenis alat potong mesin frais

End Mill

End Mill merupakan jenis alat potong yang paling banyak digunakan pada proses milling khususnya pada mesin frais vertical. Jenis endmill juga banyak ragamnya, berdasarkan ukuran diameternya dan jumlah mata sayatnya/sisi sayat (perhatikan pada gambar a). Pemilihan diamter endmill tergantung pada luasan permukaan yang akan disayat, sedangkan jumlah sisi sayat endmill mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan hasil pengefraisan. Jenis alat potong ini banyak digunakan pada proses pekerjaan frais pemotong dasar rata, pembuatan kontur luar maupun kantung dalam. End Mill biasanya terbuat dari baja kecepatan tinggi (HSS) atau karbida.

jenis alat potong mesin frais

Slab Mill

Slab mill merupakan jenis alat potong yang digunakan dalam operasi bersamaan pada mesin milling horizontal atau universal. Penggunaan slab mill ini biasanya dengan pertimbangan luas permukaan yang disayat (perhatikan pada gambar b). Banyak dimanfaatkan untuk permukaan benda kerja yang luas dan besar, namun rata atau datar, untuk pengerjaan permukaan benda kerja dengan luasan kecil tidak dianjurkan. Untuk penggunaan di mesin frais vertikal mereka digantikan oleh pisau pemotong permukaan karbida.

Pisau permukaan dan Sisi

Pisau pemotong permukaan dan sisi ini dirancang dengan gigi pada sisinya serta lingkarannya. Pisau dibuat dalam berbagai diameter dan lebar tergantung pada aplikasi. Gigi disamping memungkinkan cutter untuk membuat pemotongan tidak seimbang (memotong pada satu sisi saja) tanpa membelokkan pemotong seperti yang akan terjadi dengan pemotong gergaji yang tidak ada gigi samping. Pisau frais jenis ini digunakan pada mesin frais horizontal (perhatikan pada gambar c)

Pemotong gigi berbentuk spiral/Involute gear cutter

Jenis pisau ini juga dikenal dengan nama pisau modul. Jenis pisau frais ini biasanya digunakan untuk proses memotong pada pembuatan roda gigi dengan jumlah gigi mulai dari 12 gigi sampai diameter tak terbatas. Kategori pisau modul biasanya dibedakan berdasarkan ukuran modul roga gigi dan jumlah gigi yang akan dibuat menggunakan pisau ini.Misal ((perhatikan pada gambar d) pisau no 4, 26-34T (ini menunjukkan bahwa pisau ini digunakan untuk membuat roda gigi dengan jumlah gigi antara 26-34.

Baca juga: Macam-macam gerak pemakanan alat potong terhadap benda kerja dalam mesin perkakas

Hobbing

Jenis pemotong lainnya adalah jenis alat pembentuk dan digunakan dalam hobbing mesin untuk menghasilkan gigi. Sebuah penampang gigi pemotong akan menghasilkan bentuk yang diperlukan pada benda kerja, sekali diatur untuk kondisi yang sesuai. Sebagaimana diketahui bahwa mesin hobbing adalah mesin milling khusus yang digunakan untuk proses pembuatan roda gigi secara massal.

Pisau Frais Permukaan/Face mill

Facemill merupakan jenis alat potong yang paling banyak digunakan pada proses milling khususnya pada mesin frais vertical. Pisau frais permukaan mempunyai gigi dengan bentuk mur, dengan sisi potong keliling dan muka. Pisau jenis ini digunakan untuk mengefrais bidang datar yang bertingkat, lebar pengefraisan bebas.

Alat bantu pada Mesin Frais

Selain jenis alat potong mesin frais, sebagaimana dijelaskan di atas, maka pada proses pekerjaan menggunakan mesin frais memerlukan alat bantu lain yang sangat penting fungsinya. Alat bantu ini untuk mendukung kelancaran proses pemesinan frais. Berikut ini hanya akan dijelaskan 3 jenis alat bantu dari sekian banyak alat bantu yang dapat digunakan untuk membantu proses pengefraisan.

Pencekam benda kerja

Benda kerja harus dikencangkan secara kukuh pada waktu pengefraisan, sebab bila benda kerja tersebut terlepas dapat berakibat hasil pengefraisan yang tidak sempurna, terjadinya kecelakaan dan retaknya pisau frais. Salah satu keberhasilan dalam pekerjaan pengefraisan adalah ketepatan menggunakan alat-alat penjepit benda kerja yang sesuai dengan bentuk benda yang akan difrais. Fungsi utama pencekam benda kerja adalah untuk memegang dan mempertahakan posisi benda kerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Pencekam benda kerja yang paling banyak digunakan adalah ragum, dengan berbagai ragamnya, yaitu ragum biasa, ragum berputar dan ragum universal.

Baca juga: Keselamatan kerja pada pekerjaan mesin bubut dan potensi bahayanya

Pemegang alat potong

Alat bantu lainnya yang juga sangat penting perannya adalah pemegang alat potong yang disebut arbor (pada mesin frais horisontal) atau collet (pada mesin frais vertikal). Selain memegang alat potong secara kuat, pemegang alat potong ini juga harus mampu berfungsi untuk tetap menjaga kepresisian posisi pemotongan, karena hal ini sangat berpengaruh pada dimensi dan geometry benda kerja hasil pengefraisan. kualitas pemegang akan mempengaruhi kinerja berbegai jenis alat potong mesin frais yang sudah dijelaskan di atas. Secara detail akan dijelaskan lebih lanjut pada artikel yang lain.

Kepala pembagi

Kepala pembagi atau indexing head adalah suatu alat yang sangat diperlukan pada mesin frais untuk pembagian yang teliti misalnya untuk proses pembuatan benda kerja yang berbentuk segi empat, segi enam atau segi banyak lainnya, serta pembuatan roda gigi. Dalam bentuk yang sederhana kepala pembagi dilengkapi dengan sebuah piringan pembagi (index plate), Piringan ini dipasang pada poros yang memberikan index langsung, diputar dengan tangan dan setelah tiap pengesetan dikunci dengan sebuah pen dengan tekanan pegas sebagai pasangan alur yang dipilih.

Kepala pembagi dividing head

Pembagian ini terikat dengan bilangan-bilangan ganjil yang harus dikalikan dengan suatu factor denominator dari jumlah pembagian pada piringan. Batasan pembagian ini bisa diperbanyak bila suatu roda-gigi reduksi dipakai untuk memutar poros, dengan demikian  merupakan pembagian tidak langsung. Hal ini dilakukan dengan sebuah penggerak cacing (Worm single tread). Hal ini dilakukan dengan sebuah pengggerak cacing, biasanya dengan perbandingan  40 : 1 , benda kerja diputar dengan sebuah lengan  engkol, 40 putaran dari  lengan engkol ini  akan memutarkan poros (worm shaft) satu kali.