Jenis batu gerinda berdasarkan bahan asah dan tingkat kekerasannya

Sobat Mesin, kali ini kita akan membahas mengenai jenis batu gerinda atau ada juga yang menyebutnya roda gerinda. Pembahasan akan kita mulai mengenai fungsi utama batu gerinda, bahan utama pembuat batu gerinda dan tingkat kekerasan batu gerinda. Materi ini sangat cocok untuk adik-adik yang SMK teknik pemesinan dan juga buat sobat mesin yang menjadi guru bidang teknik pemesinan.

Fungsi utama batu gerinda

Batu gerinda (grinding wheel) merupakan alat potong utama pada mesin gerinda yang berfungsi untuk mengikis permukaan benda kerja pada proses penggerindaan. Fungsi utama batu gerinda pada proses penggerindaan secara umum sebagai berikut: untuk penggerindaan silindris, datar dan profil, menghilangkan permukaan yang tidak rata, untuk pekerjaan finishing permukaan, untuk pemotongan dan untuk penajaman alat-alat potong yang digunakan pada mesin manual maupun CNC.

Baca juga: Alat potong CNC Turning berdasarkan jenis pekerjaannya

Bahan asah (abrasive) batu gerinda

Bahan utama pembuat batu gerinda terdiri dari unsur-unsur butiran bahan asah (abrasive) dan perekat (bond). Jenis-jenis butiran asah (abrasive) yang sering digunakan antara lain  Aluminium oxide, Silicon Carbide, Boron Nitride dan Intan.

Aluminium Oxide (Al2O3); Unsur aluminium oxide terbuat dari bijih bauksit. Merupakan jenis yang paling banyak (± 75 %) digunakan sebagai bahan pembuatan batu gerinda (grinding wheel). Tingkat kekerasannya paling lunak bila dibandingkan bahan asah lain. Dipergunakan untuk menggerinda benda kerja yang mempunyai tegangan tarik tinggi. Misalnya baja carbon, baja paduan, HSS. Simbol A. Ditemukan oleh Charless P Jacobs di lab. Ampere elektro chemical company, kota Ampere New Jersey tahun 1897.

Silicon Carbide (Sic); Silicon Carbide merupakan bahan yang sangat keras, bila dibandingkan dengan aluminium oksida serta mempunyai sifat yang rapuh dan tajam, dibuat dari bahan pasir silika dan arang kokas. Digunakan untuk menggerinda benda kerja bertegangan tarik rendah. Misalnya, besi tuang kelabu, grafit, aluminium, kuningan, baja putih (stainless steel) dan carbida. Simbol C. Silicon Carbide ditemukan oleh Edward G Achson  (Amerika Serikat) pada tahun 1891.

Diamond (Intan); Bahan asah yang sangat keras, digunakan untuk menggerinda benda kerja dengan kekerasan sangat tinggi. Contohnya carbida semen, keramik, kaca, granit, marmer, batu permata. Simbol: D.

Boron Nitride (BN); Mampu menggerinda benda kerja yang sangat keras, seperti baja perkakas dengan kekerasan di atas 65 HRC, karbida, baja kecepatan tinggi dengan mudah dan teliti serta mampu menahan temperatur hingga 2500⁰F (1371⁰C). Kekerasannya berada antara silicon carbide dengan intan atau sekitar dua kali kekerasan aluminium oxide.  Simbol: CBN (Cubic Boron Nitride) ditemukan tahun 1969.

jenis batu gerinda berdasarkan bentuk

Bahan asah (abrasive) batu gerinda

Bahan lain penyusun batu gerinda adalah perekat (bond). Perekat berfungsi sebagai pengikat bahan asah agar menyatu. Beberapa bahan perekat yang digunakan adalah :

Perekat Tembikar (Vitrified-bond); Perekat tembikar merupakan bahan perakat yang paling banyak digunakan kurang lebih 75 % batu gerinda dibuat dengan perekat ini. Bahan asah yang dapat diikat terutama Al2O3 dan SiC. Bahan dasar perekat ini adalah keramik tanah liat dan mempunyai sifat tidak mudah berubah walaupun ada pengaruh dari luar, seperti, air, oli, atau perubahan suhu udara sehari-hari. Semua perekat tembikar tidak fleksibel, artinya tidak tahan benturan, maka batu gerinda potong tidak dibuat dengan perekat ini. Keistimewaan batu gerinda ini adalah tahan terhadap air, oli asam, dan panas. Perekat tembikar diberi kode V.

Perekat Silikat (Silicat-bond); Perekat silikat digunakan pada pembuatan batu gerinda untuk mengasah benda kerja yang sensitif terhadap panas, misalnya pisau frais, bor, dan pahat HSS. Perekat jenis ini bersifat mudah melepaskan butiran.

Perekat Bakelit (Resinoid bond); Perekat bakelit digunakan untuk pembuatan batu gerinda dengan kecepatan tinggi, yang cocok untuk penggerindaan baja, tuangan, mengasah gergaji, dan pembuatan gigi gergaji. Perekat ini memiliki fleksibilitas yang tinggi, banyak digunakan untuk pembuatan batu gerinda tipis atau pemotong sampai ketebalan 0.8 mm. bahan perekat ini diberi kode huruf B.

Perekat Karet (Rubber-bond); Perekat karet mempunyai elastisitas tinggi dan dipakai untuk pembuatan batu gerinda yang digunakan untuk pekerjaan presisi ataupun kasar. Contoh untuk penggerinda poros engkol dan pembuangan bekas pengelasan bahan stainless. Perekat ini juga dapat dipakai untuk pembuatan batu gerinda potong, karena daya elastisnya memenuhi syarat untuk batu gerinda tipis. Bahan perekat ini diberi kode huruf R.

Perekat Embelau / Damar (Shellac-bond); Perekat embalau digunakan untuk pekerjaan presisi dan permukaan sangat halus lebih halus dari perekat bakelit, ketahanan terhadap panas rendah, dan dapat dibuat tipis. Contohnya untuk penggerinda nok, rol kertas, dan lain-lain. Perekat embalau diberi kode huruf E.

Perekat Logam (Metal-bond); Perekat logam digunakan untuk mengikat butiran pemotong Boron Nitride dan intan.

Jenis perekat batu gerinda

Jenis batu gerinda berdasarkan tingkat kekerasan

Berdasarkan tingkat kekerasannya jenis batu gerinda dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelas. Tingkat kekerasan adalah kemampuan perekat untuk mengikat butiran pemotong dalam melawan pelepasan butiran akibat adanya tekanan pemotongan, bukan kekerasan dari butiran asah.

Roda gerinda disebut lunak, apabila jumlah perekat kecil/sedikit. Batu gerinda jenis ini mempunyai sifat mudah untuk melepaskan butiran di bawah tekanan pemotongan tertentu. Digunakan untuk menggerinda material yang keras, karena butiran asah akan cepat lepas dan berganti dengan butiran asah yang masih baru dan tajam.

Roda gerinda disebut keras apabila jumlah persentase perekat besar/banyak. Batu gerinda ini sulit untuk melepaskan butiran di bawah tekanan pemotongan tertentu. Digunakan untuk menggerinda material yang lunak, karena material lunak, tidak membutuhkan butiran asah yang selalu tajam. Secara umum roda gerinda yang lunak dipakai untuk benda kerja keras dan roda gerinda keras dipakai untuk benda lunak

Baca juga: Karakteristik baja paduan (kekuatan dan kekerasan)

Berikut adalah beberapa jenis batu gerinda berdasarkan bentuk beserta fungsinya:

  1. Flat wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti handtap, countersink, mata bor, dan sebagainya.
  2. Cup wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti cutter, pahat bubut, dan sebagainya.
  3. Dish grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan profil pada cutter
  4. Shaped grinding wheels, untuk memotong alat potong ataupun material yang sangat keras, seperti HSS, material yang sudah mengalami proses heat treatment.
  5. Cylindrical grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan diameter dalam suatu jenis produk.

Selain fungsi yang berbeda pada setiap jenis batu gerinda, juga mempunyai warna batu yang berbeda pula, dimana setiap warna yang dimiliki batu mempunyai karakteristik yang berbeda pula, di pasaran pada umunya terdapat warna merah muda, putih dan hijau.

Pembacaan kode jenis batu gerinda

Adapun pembacaan kode yang menempel pada batu gerinda adalah sebagai berikut:

  1. Jenis bahan asah.
  2. Ukuran butiran asah.
  3. Tingkat kekerasan.
  4. Susunan butiran asah.
  5. Jenis bahan perekat.

kode jenis batu gerinda

Contoh:

Label/identitas RG 38 A 36 L 5 V BE, artinya sebagai berikut :

38        = Kode pabrik

A          = Jenis bahan asah

A – Aluminium Oxide

C – Silisium Carbida

D – Diamon

36        = Ukuran butiran asah

L          = Tingkat kekerasan

5          = Susunan butiran asah

V          = Jenis bahan perekat

V – Vitrified    S – Silicate

R – Rubber      B – Resinoid

E – Shellac

Jadi, RG dengan label 38 A 36 L 5 V BE adalah sebuah jenis batu gerinda dengan bahan asah oksida alumunium, berukuran 36 butir per inchi, mempunyai susunan sedang, perekat tembikar.

Kata kunci pencarian:

  • macam macam warna batu gerinda
  • silica carbida mengasah benda
  • warna warna bahan batu gerinda