Keselamatan kerja pada pekerjaan mesin bubut dan potensi bahayanya

Sobat mesin…pada artikel kali ini kita akan berbicara mengenai keselamatan kerja pada pekerjaan mesin bubut. Topik pembahasan meliputi a) mengenali potensi bahaya proses pemesinan bubut, b) pencegahan dan pengendalian kecelakaan kerja.

Potensi bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan selalu terdapat pada setiap proses/aktivitas pekerjaan khususnya pada pemesinan bubut. Potensi bahaya tersebut mempunyai tingkat/bobot resiko yang berbeda-beda dalam hal kemungkinan terjadi dan tingkat keparahannya kalau terjadi kecelakaan. Kecelakaan kerja (work accident) juga dapat sewaktu-waktu terjadi, seberapa pun kecilnya yang akan menimbulkan kerugian (loss).

Kecelakaan yang dimaksud adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diiginkan ataupun tidak disengaja yang dapat menimbulkan suatu kerugian dan atau yang menyebabkan seseorang terluka atau kerusakan benda/material. Sehingga sebelum memulai suatu pekerjaan pemesinan, harus mengetahui dan memahami potensi bahaya apa yang mungkin terjadi termasuk bobot/tingkat resikonya. Hal ini agar dapat dikendalikan dan diminimalkan potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja.

Baca juga: Merencanakan proses pembubutan yang efektif dan efisien

Mengenali potensi bahaya proses pemesinan bubut

Potensi bahaya khususnya pada proses pemesinan bubut dapat diidentifikasi dari tiga aspek, yaitu: mesin atau perlatan yang digunakan, benda kerja yang sedang dikerjakan dan operator yang sedang bekerja. Ketiga aspek tersebut memiliki potensi bahaya yang harus dikenali untuk selanjutnya dapat dikendalikan. Hal ini dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja pada pekerjaan mesin bubut dan meminimalkan potensi kecelakaan yang dapat merusak atau merugikan ketiga aspek tersebut.

Keselamatan kerja pada pekerjaan mesin bubut
sumber gambar: http://anaksmk3.blogspot.co.id

Potensi bahaya dari mesin/peralatan

Potensi bahaya yang mungkin timbul dari mesin/perlatan adalah diantaranya sebagai berikut:

a) penataan posisi mesin dan peralatan yang kurang ergonomis dan kurang teratur, sehingga menimbulkan potensi gangguan terhadap proses pemesinan,

b) Tuas-tuas pengatur pada mesin bubut yang sudah tidak berfungsi dengan baik, sehingga dapat mengakibatkan pengaturan putaran yang tidak tepat, pembacaan skala nonius yang tidak tepat,

c) Putaran mesin yang cukup tinggi berpotensi menyebabkan kecelakaan,

d) Jaringan listrik pada mesin yang kurang terawat, dapat membahayakan operator mesin maupun terhadap mesin itu sendiri,

e) Rangkaian roda gigi penggerak mesin bubut perlu dicek secara periodik agar tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar,

f) Lampu penerangan pada mesin yang kurang terang dapat menyebabkan kesalahan pengamatan terhadap benda kerja baik dari segi ukuran maupun kualitas permukaan,

g) Penggunaan alat-alat bantu pemesinan bubut yang tidak sesuai fungsinya dapat membahayakan alat dan operator tersebut,

h) Penggunaan alat potong baik berupa pahat, mata bor atau kartel yang sudah aus dapat mengakibatkan kerusakan benda kerja.

Hal-hal tersebut perlu dijadikan perhatian dalam rangka meningkatkan keselamatan kerja pada pekerjaan mesin bubut.

Potensi bahaya dari benda kerja

Potensi bahaya yang mungkin timbul dari benda kerja adalah diantaranya sebagai berikut: a) Ujung/sisi benda kerja yang lancip/tajam dapat membahayakan operator, b) Penjepitan benda kerja yang tidak sempurna dapat mengakibatkan benda kerja terlepas pada saat penyayatan dilakukan sehingga mengakibatkan kerusakan baik benda kerja maupun perlatan lain serta juga membahayakan operator,

Selain itu, potensi bahaya juga dapat berasal dari Bram/tatal yang dihasilkan dari pengerjaan benda kerja dapat membahayakan operator. Serta penggunaan media pendingin (coolant) yang tidak tepat baik jenis maupun cara penggunaannya dapat merusak benda kerja dan membahayakan operator.

Potensi bahaya dari operator

Potensi bahaya yang mungkin timbul dari operator mesin adalah diantaranya sebagai berikut: a) Tingkat ketrampilan dan penguasaan mesin oleh operator yang kurang memadai dapat membahayakan diri operator maupun mesin/peralatan, b) Sikap kepedulian dan perilaku terhadap aspek keselamatan kerja operator, c) Faktor kelelahan operator juga dapat memnyebabkan kecelakaan kerja.

Keselamatan kerja pada pekerjaan mesin bubut

Keselamatan kerja menjadi sesuatu yang penting dan harus diutamakan. Banyak slogan tentang keselamatan kerja diantaranya: Safety First, Incident Injury Free, Stop Accident Before Accident Stops You. Hal ini menunjukan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas dalam melaksanakan proses pemesinan.

Oleh karena itu setiap personel perlu mengetahui potensi bahaya yang ada pada setiap tahapan proses pemesinan yang dilaksanakan, berupaya untuk mengendalikan potensi bahaya yang ada dengan mengembangkan perilaku aman dan selamat dalam setiap aktivitas pemesinan.

Baca juga: Membuat work preparation pembubutan yang efektif dan efisien

Kecelakaan kerja umumnya terjadi karena disebabkan oleh faktor human error dan juga kondisi lingkungan kerja. Berikut adalah beberapa penyebab kecelakaan kerja yang yaitu: a) kelelahan (fatigue), b) kondisi tempat kerja (enviromental aspects) dan pekerjaan yang tidak aman (unsafe working condition), c) kurangnya penguasaan pekerja terhadap pekerjaan, ditengarai penyebab awalnya (pre-cause) adalah kurangnya training, d) karakteristik pekerjaan itu sendiri.

Kecelakaan kerja dengan penyebab seperti di atas dapat terjadi secara tunggal, simultan, maupun dalam sebuah rangkain sebab-akibat (cause consequences chain). Jika kecelakaan terjadi maka akan sangat mempengauhi produktivitas kerja. Maka pemahaman dan kesadaran mengenai keselamatan kerja pada pekerjaan mesin bubut menjadi sangat penting.

Topik bagian ke-2 tentang pencegahan dan pengendalian kecelakaan kerja silahkan dibaca pada: Mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut

Kata kunci pencarian:

  • 4 potensi bahaya yg d timbulkan mesin bubut
  • hal hal yang menyebabkan kecelakaan pada mesin bubut
  • keselamatan kerja saat membubut