Langkah kerja membubut poros bertingkat sederhana

Sobat mesin apa kabar..?, selamat berjumpa kembali. Mohon maaf beberapa mingu terakhir tidak aktif menulis. Kali ini kita akan membahas tentang Langkah kerja membubut poros bertingkat sederhana. Pengerjaan job poros bertingkat sederhana sebagaimana ditunjukkan pada Gambar di bawah ini adalah dimaksudkan untuk melatih kemampuan awal menggunakan mesin bubut.

Hasil pencermatan pada Gambar tersebut diperoleh informasi bahwa material benda kerja adalah dari mild steel dengan ukuran awal sebesar Ø32X40 mm. Harga kekasaran permukaan yang diinginkan adalah sebesar N6 dan tidak terdapat tanda pengerjaan khusus lainnya. Tanda batas toleransi tidak ada yang tertulis secara khusus, hal ini menunjukkan bahwa toleransi ukuran yang digunakan adalah toleransi umum.. Jenis pekerjaan pada job ini adalah bubut muka, bubut rata bertingkat, champer dan pengeboran.

Baca juga:

.

Tahap awal Langkah kerja membubut poros bertingkat

Urutan Langkah kerja membubut poros bertingkat untuk menyelesaikan pembuatan poros bertingkat sederhana adalah sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan mesin bubut dan peralatan pendukung lain yaitu: jangka sorong dengan ketelitian min 0,05 mm, pahat bubut rata, cekam bor untuk kepala lepas, center bor, mata bor Ø6 dan Ø10,5 mm.
  2. Mencekam benda kerja sedemikian rupa agar dapat mengerjakan sisi kanan benda kerja sepanjang 24 mm untuk Ø22 dan Ø29 mm. Penjepitan benda kerja diupayakan center/tidak oleng dan harus mempertimbangkan jarak bebas terhadap gerakan pahat agar tidak menabrak cekam mesin bubut pada saat proses pengerjaan.
  3. Memasang pahat bubut sedemikian rupa agar posisi ujung sisi sayat setinggi titik center benda kerja dan pengaturan posisi eretan atas menyesuaikan agar ujung sisi sayat pahat bubut dapat menjangkau jarak pembubutan yang diinginkan tetapi masih aman terhadap tabrakan dengan cekam mesin
  4. Periksa dan posisikan tuas pengatur putaran sesuai hasil perhitungan rpm benda kerja, demikian juga tuas pengatur gerakan feeding mesin sesuai untuk memperoleh kualitas permukaan yang diinginkan.
  5. Melakukan pembubutan muka, sebaiknya cukup dilakukan dalam 1 kali penyayatan saja sampai permukaan yang rata. Penyayatan dapat dilakukan secara manual maupun dengan menggerakan eretan atas secara otomatis.
  6. Melakukan pembubutan rata untuk Ø29 mm dengan panjang 24+2 mm.
    • Ukuran panjang 24+2 mm yang dimaksud adalah 24 mm ukuran yang diperlukan, sedangkan 2 mm adalah jarak allowence agar nanti pada saat benda kerja dibalik maka Ø29 nya tidak perlu dikerjakan lagi. Hal ini untuk mencegah terjadinya perbedaan garis permukaan yang diakibatkan karena adanya pengerjaan dari 2 arah berbeda untuk diameter yang sama.
    • Pengurangan ukuran pada tahap ini adalah sebesar Ø32-29=3 mm, sehingga total tebal penyayatan sekitar sebesar 1,5 mm. Tebal penyayatan untuk keperluan finishing ditetapkan sebesar 0,2 mm, maka selebihnya sekitar 1,3 mm, penyayatan dilakukan secara roughing.
    • Penyayatan pertama dilakukan dengan tebal penyayatan sembarang degan panjang sekitar 3-5 mm, setelah itu diameter benda kerja yang sudah disayat tersebut diukur dengan jangka sorong (tanpa melepas benda kerja dari cekam) untuk menentukan titik nol nonius eretan bawah maupun eretan atas. (Baca kembaliCara menggunakan skala nonius pada eretan mesin bubut)
    • Tebal penyayatan selanjutnya baik pada langkah roughing maupun fnishing diatur dengan menggunakan skala nonius pada eretan atas sedangkan arah panjang diatur dengan menggunakan eretan bawah, sampai dengan tercapai ukuran yang diinginkan.

Langkah kerja membubut poros bertingkat

.

Tahap kedua Langkah kerja membubut poros bertingkat

  1. Melakukan pembubutan rata untuk Ø22 mm dengan panjang 12 mm. Pengerjaan pembubutan dengan konsep dan cara yang sama seperti pada poin f di atas dengan menyesuaikan ukuran yang ingin dicapai.
  2. Mengubah posisi pahat bubut sedemikian rupa agar dapat melakukan pembuatan chamfer sebesar 1X45O pada Ø29 dan Ø22 sebagaimana ditunjukkan pada gambar kerja yang ada.
  3. Membalik penjepitan benda kerja untuk pengerjaan sisi sebelah kiri. Penjepitan dilakukan pada bagian Ø22 yang sudah dihasilkan pada proses sebelumnya, serta pastikan penjepitan dilakukan dengan kuat dan center.
  4. Melakukan pembubutan muka sampai diperoleh ukuran panjang total benda kerja sebesar 36 mm. Pengaturan titik nol eretan dan tebal penyayatan sebagaimana poin f di atas.
  5. Melakukan pembubutan rata untuk Ø22 mm dengan panjang 12 mm.
  6. Melakukan pembuatan chamfer sebesar 1X45O pada Ø29 dan Ø
  7. Memasang center bor pada cekam yang sudah disiapkan sebelumnya, kemudian dipasang pada kepala lepas, serta pastikan pencekaman sudah kuat dan aman untuk digunakan.
  8. Melakukan pengeboran awalan dengan kedalaman sekitar 2/3 bagian ujung sayat bor center. Lubang ini berfungsi untuk pengarahan pembuatan lubang berikut dengan menggunakan mata bor. Pembuatan lubang bor center menggunakan rpm benda kerja yang tinggi.
  9. Mengganti center bor dengan mata bor Ø6 mm yang sudah disiapkan. Atur kembali putaran benda kerja sesuai dengan rumus perhitungan yang ada. Lakukan pengeboran dengan mata bor Ø6 mm tersebut sampai dengan tembus pada sisi belakang benda kerja.
  10. Mengganti mata bor dengan Ø10,5 mm yang sudah disiapkan. Atur kembali putaran benda kerja sesuai dengan rumus perhitungan yang ada. Lakukan pengeboran dengan mata bor Ø10,5 mm tersebut sampai dengan tembus pada sisi belakang benda kerja.
  11. Proses pekerjaan sudah selesai. Lepaskan benda kerja dan lakukan prosedur kebersihan sebagaimana tata tertib yang berlaku di bengkel pemesinan.

.

Penjelasan di atas adalah langkah teknisnya, sedangkan apabila sobat mesin memerlukan langkah perencanaanya dapat dibaca kembali Merencanakan proses pembubutan yang efektif dan efisien. Demikian langkah kerja membubut poros bertingkat dengan penjelasan yang cukup rinci, semoga dapat bermanfaat bagi sobat mesin sekalian…

Kata kunci pencarian:

  • langkah bubut tingkat