Membubut poros kompleks menggunakan mesin bubut

Sobat mesin kali ini kita akan membahas langkah kerja membubut poros kompleks menggunakan mesin bubut manual. Pengerjaan job membubut poros kompleks (Tangkai Penindih) sebagaimana ditunjukkan pada Gambar di bawah adalah dimaksudkan untuk melatih kemampuan menggunakan mesin bubut untuk melakukan pembubutan bentuk kartel, radius, tirus, alur, dan ulir sesuai prosedur operasi standar. Sedangkan untuk langkah kerja membubut poros bertingkat sederhana dapat dicermati kembali pada Langkah kerja membubut poros bertingkat sederhana

Hasil pencermatan pada Gambar tersebut diperoleh informasi bahwa material benda kerja adalah dari mild steel dengan ukuran awal sebesar Ø16X85 mm. (Baca kembaliCara mencermati gambar kerja pembubutan dengan mudah) Harga kekasaran permukaan yang diinginkan adalah sebesar N6 dan terdapat tanda pengerjaan khusus yaitu pekerjaan kartel pada Ø15 sepanjang 32 mm. Tanda batas toleransi tidak ada yang tertulis secara khusus, hal ini menunjukkan bahwa toleransi ukuran yang digunakan adalah toleransi umum. Jenis pekerjaan pada job ini cukup banyak yaitu: bubut muka, bubut rata bertingkat, radius, tirus, champer, kartel, alur, dan ulir.

Membubut poros kompleks

Langkah kerja membubut poros kompleks

Urutan langkah pengerjaan untuk menyelesaikan membubut poros kompleks (Tangkai Penindih) adalah sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan mesin bubut dan peralatan pendukung lain yaitu: jangka sorong dengan ketelitian min 0,05 mm, pahat bubut rata, pahat alur, pahat ulir, cekam bor untuk kepala lepas, senter putar, center bor, roda kartel, mal ulir, dan radius turner toolpost.
  2. Memasang pahat bubut rata pada toolpost sedemikian rupa agar posisi ujung sisi sayat setinggi titik center benda kerja.
  3. Periksa dan posisikan tuas pengatur putaran sesuai hasil perhitungan rpm benda kerja, demikian juga tuas pengatur gerakan feeding mesin sesuai untuk memperoleh kualitas permukaan yang diinginkan.
  4. Mencekam benda kerja sedemikian rupa agar dapat mengerjakan sisi kiri benda kerja untuk keseluruhan bagian panjang dengan Ø15 mm. Penjepitan benda kerja diupayakan center/tidak oleng dan harus mempertimbangkan jarak bebas terhadap gerakan pahat agar tidak menabrak cekam mesin bubut pada saat proses pengerjaan.
  5. Melakukan pembubutan rata untuk Ø15 mm dengan panjang 52 mm (7,5 + 3 + 32 + 5,5 + 4 mm). Pengerjaan pembubutan dengan konsep dan cara yang sama seperti pada pengerjaan poros bertingkat sederhana poin f di atas dengan menyesuaikan ukuran yang ingin dicapai, khususnya pada pengaturan ukuran menggunakan skala nonius eretan.
  6. Melakukan pembubutan untuk pembuatan radius setengah lingkaran dengan r=15 mm pada mesin bubut yang dilengkapi dengan radius turner toolpost (perhatikan gambar di bawah):
  • Mengatur pencekaman benda kerja sedemikian agar dapat melakukan pembubutan dengan aman menggunakan radius turner toolpost.
  • Mengatur dan mengepaskan ujung pahat insert yang terdapat radius turner toolpost pada titik tengah diameter benda kerja dengan menggerakan eretan atas.
  • Melakukan penyayatan dengan menggerakan tuas yang tersedia dengan perlahan. Pengaturan tebal penyayatan menggunakan eretan bawah sampai dengan radius yang diinginkan dapat tercapai.

Radius turner tool post

  1. Melakukan pengerjaan kartel sepanjang 32 mm pada Ø15 mm.
  • Mengatur pencekaman benda kerja sedemikian agar dapat melakukan pengerjaan kartel (perhatikan kembali Gambar)
  • Memasang dan mengatur roda kartel pada toolpost sedemikian rupa agar titik tengah antar roda kartel pada posisi setinggi center benda kerja.
  • Langkah pengkartelan secara lengkap silahkan baca kembali pada Cara mengkartel menggunakan mesin bubut

 

Tahap kedua membubut poros kompleks

  1. Membalik penjepitan benda kerja untuk pengerjaan sisi sebelah kanan. Penjepitan dilakukan pada bagian Ø15 yang sudah dihasilkan pada proses sebelumnya. Dikarenakan penjepitan pada bagian yang sudah dikartel maka sebaiknya dilapisi dengan plat tipis agar hasil pengkartelan tidak rusak, serta pastikan penjepitan dilakukan dengan kuat dan center.
  2. Melakukan pembubutan muka sampai diperoleh ukuran panjang total benda kerja sebesar 80 mm. Pengaturan titik nol eretan dan tebal penyayatan silahkan mengikuti cara yang sudah dijelaskan sebelumnya.
  3. Melakukan pembubutan rata untuk bagian Ø10 mm dengan panjang 13 mm (10+3 mm), yaitu bagian yang akan dibuat ulir dan alur. Diameter dibuat menjadi 9,9 mm agar ulir yang dihasilkan nanti dapat dipasangkan dengan ulir mur pasangannya.
  4. Melakukan pembuatan chamfer sebesar 1,5X45O pada Ø10 mm.
  5. Melakukan pembubutan bagian tirus sepanjang 19 mm dengan sudut tirus adalah sebesar 8O. Karena posisi bagian tirus ada di tengah dengan sudut cukup besar maka disarankan menggunakan pengaturan sudut eretan atas. Langkah pembubutan tirus secara lengkap silahkan baca kembali pada Cara membubut tirus dengan mesin bubut
  6. Memasang pahat alur yang sudah dipersiapkan. Melakukan pembubutan alur dengan lebar 3 mm dengan diameter akhir bagian yang dialur adalah Ø8 mm. Bagian alur ini dipersiapkan untuk membantu proses pembuatan ulir.
  7. Memasang pahat ulir yang sudah dipersiapkan. Melakukan pembubutan ulir dengan ukuran M10X1,5 sepanjang 10 mm. Langkah pembubutan ulir secara lengkap silahkan baca kembali pada Cara membubut ulir segitiga menggunakan mesin bubut
  8. Proses pekerjaan sudah selesai. Lepaskan benda kerja dan lakukan prosedur kebersihan sebagaimana tata tertib yang berlaku di bengkel pemesinan.

Sobat mesin…demikian secara rinci langkah kerja membubut poros kompleks menggunakan mesin bubut. Apabila memerlukan penjelasan lebih lanjut atau perlu request artikel jangan sungkan-sungkan untuk japri ke penulis melalui email (mas_achmad@yahoo.co.id)

Kata kunci pencarian:

  • Bubut komplek adalah
  • gambar bubut alur dan tirus
  • macam macam alat potong pembubutan ulir kompleks
  • menggunakan mesin bubut untuk mengerjakan benda rakitan yang kompleks dengan berbagai cara
  • program bertingkat radius chemper tirus beserta ukuran