Mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut

Sobat MESIN…pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang potensi bahaya proses pemesinan bubut. Nah selanjutnya kita akan membahas mengenai cara mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut.

Potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan kecelakaan dapat dikelola dengan baik agar dapatĀ  mengendalikan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan Mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut. Upaya pencegahan dan pengendalian ini yang berperan paling utama adalah dari sisi manusianya atau operator mesinnya. Setiap operator harus memiliki sikap dan perilaku yang mengutamakan keselamatan kerja. Mereka harus memiliki kesadaran yang tinggi bahwa menjaga keselamatan kerja merupakan bagian yang penting dalam meningkatkan produktivitas secara keseluruhan, bahwa kecelakaan kerja yang terjadi dapat merugikan institusi karena adanya kerugian materiil dan juga kerugian pada diri operator, baik berupa luka ringan maupun berat, bahkan sampai dapat mengakibatkan cacat atau meninggal dunia.

Baca juga: Merencanakan proses pembubutan yang efektif dan efisien

Berikut ini diuraikan beberapa hal dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut, khususnya pada proses pekerjaan pemesinan bubut:

Tata tertib bengkel pemesinan bubut

  1. Setiap operator mesin wajib menggunakan pakaian kerja sesuai standar kerja, sepatu yang aman, dan kacamata pelindung.
  2. Memperhatikan seluruh rambu dan petunjuk keselamatan yang terdapat di bengkel khususnya terkait pengoperasian mesin.
  3. Mematuhi aturan dan instruksi penggunaan seluruh mesin dan peralatan yang terdapat di bengkel.
  4. Menggunakan alat bantu dan perlengkapan lainnya sesuai dengan fungsi dan aturan pemakaian.
  5. Selalu menjaga kebersihan bengkel baik sebelum, selama dan setelah penggunaan mesin dan peralatan lainnya.
  6. Setelah selesai bekerja, semua mesin dimatikan kelistrikannya dan pastikan panel central juga dimatikan.
  7. Dilarang bercanda pada saat mengoperasikan mesin.
  8. Penggunaan dan peminjaman alat harus sepengetahuan teknisi atau toolman yang bertugas.

Mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut

Peralatan keselamatan kerja di bengkel mesin bubut

Peralatan adalah faktor eksternal yang mesti dikelola dengan baik agar dapat Mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut

  1. Baju kerja; Pilih baju kerja yang sederhana tetapi dapat melindungi badan serta tidak terdapat bagian yang melambai-lambai agar supaya tidak terlilit putaran sumbu utama.
  2. Topi/ikat kepala; Rambut operator mesin bubut sebaiknya pendek, namun apabila terpaksanya panjang, maka sebaiknya memakai topi/ikat kepala agar rambut tidak terlilit putran sumbu utama.
  3. Kacamata; Sebaiknya pilih kacamata bening untuk melindungi mata dari percikan tatal/beram benda kerja.
  4. Masker hidung; apabila diperlukan dapat menggunakan masker pelindung apabila sedang bekerja dengan benda kerja yang dapat menimbulkan serbuk/debu, atau menggunakan cairan coolant.
  5. Sepatu; pilih sepatu dengan alas yang tidak licin, biasanya dari bahan kulit atau karet. Pastikan model sepatu yang dapat menghindari masuknya tatal/beram panas mengenai kaki.
  6. Lampu penerangan; dibuat memadai baik untuk bekerja di siang, malam ataupun saat mendung.
  7. Alat pembersih; Sapu, kain pel, dan lain-lain alat pembersih lantai digunakan untuk membersihkan lantai dari tatal, di sekitar mesin yang diperkirakan membuat operator/juru teknik dapat terpeleset.

Baca juga: Membuat work preparation pembubutan yang efektif dan efisien

Prosedur keselamatan kerja pada proses pembubutan.

Memahami prosedur proses pembubutan merupakan salah satu aspek penting yang harus dikuasai oleh operator dalam rangka Mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Pastikan kelistrikan pada mesin bubut yang akan dugunakan aman, khususnya kotak sekering harus tertutup untuk menghindari kontak dengan tatal yang menggulung panjang-panjang.
  2. Periksa terlebih dahulu tuas-tuas pengatur dan masing-masing eretan dapat bergerak dengan sebagaimana mestinya.
  3. Coba putaran spindel terlebih dahulu dan pastikan berputar normal sebelum memasang benda kerja yang akan dikerjakan.
  4. Apabila memerlukan penggantian roda gigi, maka pastikan tidak ada orang lain yang meng-ON-kan tuas on-off motor utama dan saklar on-off pengaman pada rumah transmisi. Hal ini dapat menyebabkan jari tangan tergilas roda gigi.
  5. Letakan perlatan bantu kerja lainnya (center kepala lepas, jangka sorong, ganjal pahat dll) pada posisi aman dan tidak mengganggu putaran spindel.
  6. Sebelum menyalakan mesin bubut pastikan bahwa: (1) kunci cekam/kunci chuck bubut sudah dilepas dari cekam, supaya tidak terpelanting/loncat atau membentur bed mesin bubut saat cekam diputar, (2) tidak ada bagian tergerai yang dipakai operator yang dapat terlilit bersama putaran cekam/benda kerja, seperti tangan baju panjang, gelang, kalung, dan rambut, (3) Benda kerja yang akan dibubut diperhitungkan agar tidak melenting atau bengkok mengenai kepala operator, (4) Benda kerja panjang dan mudah melenting dibubut menggunakan penyangga (steady).
  7. Pastikan bahwa pengoperasian mesin bubut mengikuti parameter pemesinan yang sudah ditentukan dan tidak menggunakan parameter yang melebihi standar perhitungan.
  8. Dilarang menyentuh/memegang chuck pada saat mesin bubut beroperasi ataupun menghentikan spindel dengan tangan.
  9. Pastikan putaran spindel sudah berhenti total, sebelum melakukan pemeriksaan/ pengukuran benda kerja yang masih terpasang pada cekam.
  10. Pastikan lantai sekitar mesin selalu dalam keadaan bersih dari kotoran yang berupa tatal, oli maupun tumpahan cairan pendingin, untuk menghindari kondisi yang membahayakan operator, seperti terpeleset.

Demikian pembahasan mengenai cara mencegah kecelakaan kerja pada pekerjaan mesin bubut, Semoga sobat MESIN dapat memahaminya dan melengkapi pengetahuan tentang Cara kerja mesin bubut konvensional.