Mengenal Material Baja Paduan 12Cr1MoV

Pengaruh unsur paduan pada diagram TTT

Pipa baja paduan 12Cr1MoV merupakan baja paduan yang memiliki kekuatan tarik (tensile strength) sebesar 535 MPa dan tegangan luluh (yield strength) sebesar 420 MPa pada kondisi temperatur normal. Pipa baja paduan 12Cr1MoV banyak digunakan dalam pembuatan bagian struktural dan bagian mekanis, seperti pipa bor minyak , konstruksi yang menggunakan perancah baja dan juga pada konstruksi power plant khususnya digunakan sebagai tube untuk mengalirkan uap panas lanjut (superheated steam). Komposisi kimia unsur paduan yang utama pada baja paduan 12Cr1MoV adalah : 0.12 % C, 0.99 % Cr, 0.56% Mn dan 0.32 Mo, 0.26% Si.

Unsur Cr merupakan unsur paduan yang dapat larut dalam ferrit dan austenite, terutama pada baja dengan kadar karbon rendah. Unsur Cr berfungsi untuk menaikkan kekuatan dan ketangguhan, menaikkan sifat tahan aus dan sifat tahan korosi.

Unsur C merupakan salah satu unsur terpenting yang dapat meningkatkan kekerasan dan kekuatan baja. Karbon dalam besi dapat berupa larutan padat intertisi, dengan atom yang kecil dikelilingi oleh atom yang lebih besar.

Unsur Mn merupakan unsur yang selalu ada dalam baja yang berfungsi sebagai deoxidizer. Mn dapat mengurangi kecenderungan terjadinya hot shortness yang ditimbulkan oleh belerang.

Unsur Mo merupakan unsur paduan yang cukup mahal, larut dalam austenite maupun ferrit, carbide former yang kuat. Mo memiliki fungsi menaikkan kekuatan, kekerasan, ketangguhan dan ketahanan pada temperatur tinggi.

Unsur Si merupakan unsur yang menentukan berapa bagian karbon yang yang dapat terikat besi dan berapa bagian yang berbentuk grifit (karbon bebas) setelah tercapai keadaan yang seimbang. Kadar Si yang berlebihan akan membentuk ikatan yang keras dengan besi.

Penambahan unsur paduan pada baja karbon berupa molibdenum (Mo), mangan (Mn), kromium (Cr) atau nikel (Ni) akan menggeser seluruh kurva pada diagram Time, Temperature & Transformation (TTT) ke arah kanan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.4 (Ashby dan Jones, 1999). Banyak baja paduan rendah telah dikembangkan dengan sifat mampu keras (hardenability) yang unggul, yaitu kemampuan untuk membentuk martensit pada saat pendinginan. Kadar paduan rendah akan membentuk martensit pada saat didinginkan secara perlahan, semakin besar kadar paduan akan membentuk martensit walaupun didinginkan secara perlahan di udara.

Diagram TTT merupakan sebuah gambaran dari temperature terhadap waktu logaritma untuk baja paduan dengan komposisi tertentu. Diagram ini biasanya digunakan untuk menentukan kapan transformasi mulai dan berakhir pada perlakuan panas yang temperatur konstan (isothermal) sebelum menjadi campuran Austenit. Struktur mikro dari materialnya berubah dengan pasti bersamaan dengan meningkatnya laju pendinginan. Diagram TTT dapat juga digunakan bersama dengan diagram CCT (Continous Cooling Transformation) dalam memperkirakan struktur mikro yang akan terbentuk dari suatu proses pendinginan pada baja paduan dengan komposisi tertentu

Artikel Terkait

Aplikasi Material Baja Paduan 12Cr1MoV pada Pipa S... Reliability atau sifat kehandalan dari suatu konstruksi merupakan salah satu faktor penentu dari upaya meningkatkan productivity (produktifitas), dima...
Perlakuan Preheat pada Pengelasan Baja Paduan gambar diambail dari : http://www.api-iws.org Pengelasan pada baja paduan memungkinkan terjadinya cacat las pada hasil pengelasan, hal ini terjadi k...