Pengelasan SMAW; pengertian dan prosedur pelaksanaanya [bagian-1]

Pengelasan SMAW merupakan salah satu jenis pengelasan yang paling banyak digunakan di lapangan dan juga paling sering diajarkan di sekolah. Kemampuan mengelas dengan SMAW merupakan salah satu kompetensi utama yang wajib dikuasai oleh siswa teknik mesin khususnya pada kompetensi keahlian pengelasan.

Bagaimanakah konsep dasar pengelasan SMAW..?

Bagaimanakah prosedur pengelasan SMAW..?

Sobat Mesin yang budiman….Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang akan kita bahas pada artikel kali ini.

Namun demikian karena panjangnya pembahasan, maka akan dibagi menjadi dua bagian yaitu artikel pertama membahasa terkait konsep dasar pengelasan SMAW dan peralatannya. Sedangkan artikel kedua nanti akan membahas mengenai prosedur pengelasan SMAW. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Pengertian Pengelasan SMAW

Shielded Metal Arc Welding yang selanjutnya disingkat SMAW atau sering juga disebut dengan las busur listrik. Pengelasan SMAW merupakan salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Busur listrik terjadi diantara material yang dilas dan elektroda yang kemudian menyebabkan keduanya mencair secara bersamaan. Logam cair dari elektroda dan dari sebagian material yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian cairan tersebut membeku sehingga kedua bahan menjadi tersambung.

Berikut ini dapat Sobat Mesin saksikan, sekilas tentang proses pengelasan SMAW pada video di bawah ini

Pemakaian Umum Las SMAW

Las SMAW adalah proses las busur paling banyak digunakan dalam proses manufaktur dan perbaikan barang-barang mekanik dan konstruksi. Hal ini karena pengelasan SMAW sederhana dan mudah dalam mengangkut peralatan dan perlengkapannya.

Pengelasan SMAW banyak digunakan pada pekerjaan yang ringan misal pembuatan teralis, pagar, tangga putar dan pekerjaan sambungan logam lainnya. Selain itu pengelasan SMAW juga digunakan pada refinery piping, pekerjaan pipelines, pengelasan di bawah laut (struktur anjungan lepas pantai), bejana bertekanan, rangka baja untuk konstruksi bangunan serta industri alat berat dan perkapalan. Pengelasan SMAW digunakan untuk mengelas berbagai macam logam ferrous, termasuk baja carbon dan baja paduan rendah, stainless steel, paduan-paduan nikel, cast iron, dan beberapa paduan tembaga.

Namun demikian Pengelasan SMAW juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah: a) Laju pengisian/pengelasan lebih rendah dibandingkan proses pengelasan semi-otomatis atau otomatis. b) Panjang elektroda tetap dan pengelasan harus dihentikan setelah sebatang elektroda terbakar habis. c) Puntung elektroda yang tersisa terbuang, dan waktu juga terbuang untuk mengganti–ganti elektroda. d) Slag atau terak yang terbentuk harus dihilangkan dari lapisan las sebelum lapisan berikutnya didepositkan. Langkah ini mengurangi efisiensi pengelasan hingga sekitar 50 %.

Permasalahan lain yang juga harus diperhatikan adalah Asap dan gas yang terbentuk. Diperlukan ventilasi memadai pada pengelasan di dalam ruang tertutup. Pandangan mata pada kawah las agak terhalang oleh slag pelindung dan asap yang menutupi endapan logam. Dibutuhkan juru las yang sangat terampil untuk dapat menghasilkan pengelasan berkualitas.

Baca juga: Aplikasi Material Baja Paduan 12Cr1MoV pada Pipa Superheater Boiler PLTU

Skema Mesin Las SMAW

Berikut ini adalah peralatan utama yang digunakan dalam proses las SMAW:

  • Trafo las atau mesin las; Pemilihan mesin las harus dipertimbangkan tentang kebutuhan maksimal (beban pekerjaan yang akan dikenakan kepada mesin las tersebut). Jenis penggunaan arus listrik mesin las juga perlu dipertimbangkan apakah arus AC atau DC, hal ini terkait dengan jenis elektroda yang akan digunakan, jika menggunakan multi electrode maka memilih mesin las DC adalah pilihan yang lebih baik.
  • Kabel tenaga; Pemilihan kabel tenaga yang digunakan untuk menginstal disesuaikan dengan bebannya (kapasitas mesin las) berupa ampere dan tegangan input mesin las. Hal ini menyangkut ukuran kawat, panjang kabel, dan jenis kawatnya (serabut/tidak). Selanjutnya dalam menginstall harus kuat dan tidak mudah lepas, sehingga aliran listrik dapat mengalir maksimal dan tidak panas.

skema pengelasan SMAW

  • Kabel elektroda dan kabel massa; Kabel masa dan kabel elektroda berfungsi menyalurkan aliran listrik dari mesin las ke material las dan kembali lagi ke mesin las. Ukuran kabel masa dan kabel elektroda ini harus cukup besar untuk mengalirkan arus listrik, apabila kurang besar akan menimbulkan panas pada kabel dan merusak isolasi kabel yang akhirnya membahayakan pengelasan. Sesuai dengan peraturan, kabel di antara mesin dan tempat kerja sebaiknya sependek mungkin. Kabel elektroda dan kabel massa sebaiknya menggunakan kabel serabut sehingga lentur dengan ukuran disesuaikan dengan ampere maksimum mesin las. Kabel elektroda dan kabel massa harus terkoneksi dengan kuat dan saat pengelasan harus disiapkan dengan benar, yaitu dalam kondisi terurai, tidak tertekuk dan saling berlilitan.
  • Pemegang elektroda dan penjepit massa; Penjepit elektroda dan penjepit massa dibuat dari bahan yang mudah menghantarkan arus listrik, biasanya digunakan dari bahan tembaga. Pada pemegang elektroda pada mulutnya sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan tukang las memasang/menjepit pada pemegang elektroda. Sedang pada penjepit massa dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mencengkeram dengan kuat pada benda kerja.

Baca juga: Welding Inspector yang Profesional

Elektroda/Kawat Las SMAW

Pemilihan logam pengisi las berupa elektroda las / filler metal electrode sebagai logam pengisi dalam proses pengelasan sangat berpengaruh dalam menentukan mutu hasil pengelasan, begitu juga fluks dan gas sebagai pelindung (shielding). Elektroda yang digunakan pada pengelasan SMAW adalah elektroda terbungkus dimana terdiri kawat inti dan pembungkus atau fluks.

elektroda pengelasan SMAW

  • Kawat Inti; Kawat inti pada elektroda jenis ini berfungsi sebagai logam pengisi ini terbuat dari bahan logam misal mild steel, low carbon steel, alloy steel dimana pemilihannya disesuaikan dengan material yang akan disambung. Ukuran diameter yang tersedia antara 1,2 sampai dengan 6 mm dengan panjang antara 250 sampai dengan 450 mm.
  • Fluks (Pembungkus);Dalam proses pengelasan, pembungkus elektroda ini akan terbakar dan membentuk terak (slag) cair yang kemudian membeku sehingga melindungi logam las dari pengaruh atmosfir atau mencegah terhadap kontaminasi dari udara sekitarnya. Selain itu juga pemantap busur untuk membantu kelancaran pemindahan butir-butir cairan logam serta sebagai sumber unsur-unsur paduan.

Baca juga: Struktur Mikro dan Ketangguhan Hasil Pengelasan pada Daerah HAZ

Klasifikasi elektroda berdasarkan standar yang digunakan, misal adalah standar AWS (American Welding Society) dengan kode sebagai berikut :

E XX Y Z

dimana keterangan masing-masing huruf tersebut adalah:

  • E : Elektroda
  • XX: kekuatan tarik minimal dalam 1000 psi
  • Y : posisi pengelasan
  • Z: jenis coating, arus dan polaritas

Tabel di bawah ini menunjukkan spesifikasi elektroda terbungkus dari baja lunak sesuai standar AWSA5.1-64T.

klasifikasi elektroda pengelasan SMAW

Artikel bagian kedua mengenai prosedur pengelasan SMAW to be continued ( sabar ya…. he..he..)

Artikel Terkait

Ragam Profesi Dalam Bidang Pengelasan Bidang pengelasan merupakan salah satu bidang kerja yang memiliki peran penting pada proses manufaktur dan produksi. Banyak jenis pekerjaan dan juga...
Welding Inspector yang Profesional Pada artikel terdahulu udah pernah dibahas mengenai ragam profesi dalam bidang pengelasan. Artikel kali ini akan dibahas lebih khusus mengenai pada pr...
Penggunaan Baja Paduan pada konstruksi bertekanan ... Reliability atau sifat kehandalan dari suatu konstruksi merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya meningkatkan productivity (produktifitas). Umu...
Macam-macam pengelasan dan prinsip kerjanya Las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan cair. Pengelasan adalah suatu proses menyambung log...