Penyimpangan ukuran produk pemesinan

Ketepatan ukuran merupakan salah satu indikator penting keberhasilan setiap pengerjaan pemesinan berupa toleransi dan suaian. Produk yang dihasilkan tidak akan dapat berfungsi dengan baik apabila ukuran hasil pengerjaan tidak sesuai dengan gambar kerja. Namun demikian di setiap gambar kerja selalu diberikan batas penyimpangan ukuran produk yang diperbolehkan pada proses pengerjaannya. Batas penyimpangan ukuran produk inilah yang dimaksud dengan toleransi ukuran pengerjaan pada pemesinan. Sedangkan suaian adalah jenis tingkat toleransi yang diperuntukan bagi benda kerja yang berpasangan. Penyimpangan ukuran antara pada benda kerja poros dan lubang yang berpasangan memiliki batas yang tertentu tergantung tingkat suaian yang diinginkan.

Baca: Cara menentukan suaian pada komponen berpasangan

Karakteristik geometrik yang ideal pada suatu benda kerja atau produk hasil pemesinan meliputi ketepatan ukuran, bentuk kontur yang sempurna serta permukaan yang halus. Ketepatan ukuran adalah bahwa benda kerja yang dihasilkan memiliki ukuran yang benar-benar presisi sesuai gambar kerja. Bentuk kontur sempurna adalah apabila produk benda kerja tersebut sama persis dengan gambar kerja tanpa ada penyimpangan yang berarti. Sedangkan kualitas permukaan benda kerja diharapkan memiliki kehalusan yang paling optimal. Karakteristik ideal tersebut pada kenyataannya sangat sulit tercapai dalam praktik pemesinan. Hal ini karena adanya penyimpangan yang sangat mungkin terjadi pada: a) penyetelan mesin perkakas, b) pengukuran dimensi produk, c) gerakan mesin perkakas, d) keausan pahat, e) perubahan temperatur, f) besarnya gaya pemotongan.

penyimpangan ukuran pemesinan

Perlakuan terhadap penyimpangan ukuran pemesinan

Penyimpangan yang mungkin terjadi selama proses pembubutan tidak mungkin dihilangkan, yang dapat dilakukan adalah mengusahakan terjadi seminimal mungkin. Proses pembuatan komponen mesin dengan menggunakan mesin bubut diperbolehkan adanya penyimpangan pada ukuran maupun bentuk dalam batas tertentu. Batas penyimpangan harus mengikuti standar yang berlaku khususnya pada komponen yang berpasangan berupa poros dan lubang. Poros dan lubang yang berpasangan agar dapat dirakit, maka dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Membiarkan adanya penyimpangan ukuran poros dan lubang. Pengontrolan ukuran sewaktu proses pembuatan dilakukan dengan coba-coba. Disarankan salah satu benda poros atau lubang dikerjakan lebih dahulu sampai selesai, kemudian ukuran benda pasangannya menyesuaikan benda kerja pertama yang sudah jadi dengan cara trial and error, sampai kedua benda kerja tersebut dapat dipasangkan dengan baik.
  2. Mengontrol dan meminimalkan adanya penyimpangan ukuran sesuai standar yang ada. Pengontrolan ukuran sangat dipentingkan pada saat proses pembubutan berlangsung dan harus diupayaan tidak melebihi batas toleransi yang dipersyaratkan. Sehingga pada proses perakitan semua poros akan dapat dipasangkan pada lubangnya.

Baca: Toleransi ukuran pada proses pemesinan

Cara kedua ini yang paling cocok untuk produksi massal karena akan memiliki ukuran yang standar dan memiliki sifat interchangeable (dapat ditukar) untuk setiap produk yang dihasilkan. Keuntungan menggunakan cara yang kedua adalah proses produksi dapat dilaksanakan secara paralel, yaitu lubang dan poros dikerjakan pada mesin yang berbeda dengan operator yang berbeda, sehingga proses produksi akan berjalan lebih cepat. Benda kerja baik poros maupun lubang akan selalu dapat dirakit, karena memiliki ukuran dengan batas penyimpangan yang standar, sehingga variasi ukuran masih dapat diterima. Selain itu, benda kerja/produk tersebut dapat diproduksi dalam jumlah banyak, serta memudahkan dalam mengatur proses produksinya.

Kata kunci pencarian:

  • bila suatu benda kerja (produk) dikerjakan dengan jumlah yang banyak apakah benda kerja tersebut akan mempunyai bentuk dan ukuran yang sama
  • Bila suatu benda kerja(produk)dikerjakan dengan jumlah banyak apakah benda tersebut akan mempunyai ukuran yang sama?

Artikel Terkait

Toleransi ukuran pada proses pemesinan Variasi merupakan sifat umum untuk benda kerja atau produk yang diproduksi secara massal, oleh karena itu perlu diberikan suatu toleransi. Toleransi u...