Achmad Arifin

Pemesinan CNC CAD/CAM Welding

Menu

Struktur Mikro dan Ketangguhan Hasil Pengelasan pada Daerah HAZ

February 4, 2016 | Material Teknik, Welding

Sebagaimana diketahui bahwa logam pada hasil pengelasan dapat dikategorikan menjadi 3 bagian, yaitu : base metal (benda kerja awal), heat affected zone (daerah terpengaruh panas) dan weld metal (logam las). Base metal adalah bagian logam dasar dimana panas dan suhu pengelasan tidak menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan struktur maupun sifat pada logam tersebut. Heat affected zone (HAZ) adalah logam dasar yang bersebelahan dengan logam las yang selama proses pengelasan mengalami siklus termal pemanasan dan pendinginan cepat sehingga daerah ini yang paling kritis dari sambungan las. Weld metal adalah bagian dari logam yang pada waktu pengelasan mencair dan kemudian membeku, komposisi logam las terdiri dari komponen logam induk dan bahan tambah dari elektroda. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai Struktur Mikro dan Ketangguhan logam khususnya hasil pengelasan pada daerah HAZ.

Ketangguhan (toughness) adalah kemampuan suatu material untuk dapat menyerap energi sebelum mengalami patah. Cara pengujian ketangguhan suatu material dapat dilakukan dengan memberikan beban kejut. Cara pengujian tersebut dikenal dengan istilah uji impact. Pada umumnya bahan dengan struktur kristal body center cubic (bcc) seperti baja karbon rendah dan baja paduan menunjukkan sifat getas (brittle) pada temperatur rendah. Dengan menggunakan uji impak ini dapat ditentukan temperatur transisi dari sifat ulet ke sifat getas dari suatu material.

Baca juga:

struktur mikro dan ketangguhan daerah HAZ

sumber: (Kou, 2003)

Struktur logam pada sambungan akan berubah secara berangsur dari struktur logam induk menuju ke daerah HAZ kemudian menuju ke struktur logam las, seperti yang ditunjukkan pada gambar. Pada daerah HAZ yang dekat dengan garis lebur, kristalnya akan mengalami pertumbuhan dengan cepat pada saat proses pengelasan berlangsung sehingga membentuk butir-butir kasar, dan daerah ini disebut daerah HAZ kasar, dimana besar butir dan struktur berubah sesuai dengan siklus thermal yang terjadi saat pengelasan dilakukan. Perubahan Struktur Mikro dan Ketangguhan saling terkait pada logam hasil pengelasan.

 

Butir-butir kasar yang terjadi pada daerah HAZ akan menyebabkan material menjadi sangat getas. Selain disebabkan butir yang kasar, penggetasan juga dapat disebabkan karena konsentrasi tegangan akibat terjadinya cacat las. Sehubungan dengan hal tersebut maka pengurangan penggetasan pada batas las merupakan usaha yang sangat penting dalam menjamin ketangguhan sambungan las.

Ketangguhan paling baik akan diperoleh bila terbentuk struktur ganda dari martensit dan bainit bawah. Sedangkan bila terbentuk bainit atas dan ferit kasar maka ketangguhan las menjadi sangat rendah. Perubahan struktur tersebut disebabkan oleh perbedaan komposisi kimia dan perbedaan kecepatan pendinginan karena panas pengelasan, pemanasan mula. Seorang welding engineer perlu mengetahui tentang Struktur Mikro dan Ketangguhan logam hasil pengelasan.

Penggetasan batas las pada umumnya dapat diturunkan dengan memperbaiki struktur daerah batas las, cara yang dapat digunakan adalah sebagai berikut (Wiryosumarto, 2008) :

  1. Mengurangi kadar paduan dan kadar karbon dalam baja dan mempertinggi nikel.
  2. Pembatasan masukan panas (heat input)
  3. Memanaskan kembali melalui panas las, pada pengelasan multilayer

Baca juga:

Kata kunci pencarian:

  • struktur mikro hasil pengelasan
  • pengertian base metal dalam pengelasan
  • Pengelasan Logam induk
  • mencari struktur micro dari hasil pengelasan logam ias
  • jelaskan daerah yang terjadi pada material saat welding
  • istilah base metal
  • heat atacted zone adalah
  • gambar struktur mikro hax
  • fungsi HAZ pada logam hasil pengelasan
  • daerah logam induk saat pengelasan

Artikel yang relevan dengan Struktur Mikro dan Ketangguhan Hasil Pengelasan pada Daerah HAZ

Page

    Page

      Page