Welding Inspector yang Profesional

Pada artikel terdahulu udah pernah dibahas mengenai ragam profesi dalam bidang pengelasan. Artikel kali ini akan dibahas lebih khusus mengenai pada profesi Welding Inspector. Apa yang terlintas dalam benak anda ketika disebut istilah Welding Inspector..? Mungkin anda akan berfikir bahwa Weding = las. Inspector = pengawas. Jadi Welding Inspector adalah pengawas tukang las, yang kerjanya capek panas-panasan di lapangan dengan gaji puluhan juta per bulan..? It’s OK..tidak sepenuhnya salah namun perlu diluruskan juga.

Ruang Lingkup Tugas Seorang Welding Inspector

Welding Inspector (WI) adalah orang yang bertugas mengawasi seluruh area pekerjaan yang terkait proses pekerjaan pengelasan baik sebelum, selama dan setelah proses pengelasan. Seorang WI harus mampu memastikan bahwa pekerjaan pengelasan yang diawasi sudah sesuai dengan Code, Standard ataupun Spesifikasi yang dipersyaratkan yang tertuang dalam WPS maupun PQR. Tugas dan tanggungjawab tersebut diantaranya adalah : memastikan bahwa material yang dilas, persiapan pengelasan, consumable pengelasan dan kualifikasi welder sudah sesuai dengan WPS (Welding Prosedur Spesification); memonitor proses pemeriksaan hasil lasan, apakah terjadi indikasi cacat las sehingga perlu tindakan yang cepat dan cepat. WI harus memiliki kemampua untuk men-support kinerja welding supervisor. Selain itu juga seorang welding inspector dituntut memiliki kemampuan dalam hal management system, regulasi project, manajemen keselamatan kerja dan pengawasan mutu secara internal maupun eksternal project.welding inspector

Jadi jangan salah, bahwa pekerjaan dan kompetensi utama seorang WI bukanlah kemampuan teknis dalam pengelasan, tetap lebih pada knowledge yang mendalam mengenai segala sesuatu ang berkaitan dengan pengelasan. Namun demikian akan lebih baik jika seorang WI juga pernah memiliki pengalaman sebagai welder. Seorang WI harus familiar dengan dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan dan digunakan dalam proses pekerjaan pengelasan, baik dalam tahap persiapan, pelaksanaan maupun pemeriksaan hasil lasan. Tetapi bukan berarti seorang WI sering duduk manis di belakang meja kantor, seorang WI harus melakukan pengecekan langsung ke lapangan, apabila diperlukan juga harus naik ke unit yang tinggi atau bahkan merayap masuk ke dalam sebuah vessel yang sempit untuk memeriksa hasil lasan welder.

Pengetahuan yang Perlu Dikuasai Seorang WI

Untuk menjadi seorang WI yang profesional maka perlu menguasasi pengetahuan yang terkait dengan pengelasan, diantaranya yaitu:

  • Material; pengelasa merupakan proses menyambung dua buah material baik dengan atau tanpa bahan tambah. Oleh karena itu seorang WI wajib menguasai ilmu bahan baik mengenai jenis material, karateristik bahan, perlakuan yang dapat diterima masing-masing bahan, kode penggolongan material, ukuran yang tersedia di pasaran.
  • Consumable; adalah segala sesuatu yang digunakan dalam proses pengelasan dan habis terpakai, salah satunya adalah elektroda. Penggunaan elektroda yang tepat merupakan salah satu kunci keerhasilan dalam proses pengelasan. Oleh karena itu seorang WI harus paham tentang jenis dan karakteristik elektrode. Pengetahuan ini juga perlu untuk jenis consumable yang lainnya.
  • Welding Process; jenis proses pengelasan sangat banyak, sehingga diperlukan pengetahuan agar dapat memilih jenis proses pengelasan yang tepat untuk suatu kondisi pekerjaan di lapangan. Kesalahan pemilihan proses pengelasan akan berakibat fatal baik pada produk hasil lasan, welder maupun peralatan yang digunakan. Tanggungjawab dan segala akibat atas pemilihan proses pengelasan ini biasanya ditanggung oleh seorang WI.
  • Heat treatment; merupakan suatu aktivitas proses perlakuan panas pada material pengelasan. Heat treatment pada pengelasan dikenal ada 2 (dua) macam yaitu preheat dan post weld heat treatent (PWHT). Seorang WI harus memahami tentang mekanisme heat treatment sesuai prosedur yang didesain berdasarkan standard, code maupun spesifikasi dari suatu sambungan las.
  • Inspection; adalah proses pemeriksaan hasil lasan baik secara merusak (Destructive Test/DT) atau tidak merusak (Non Destructive Test/NDT). Seorang WI harus memahami dan ampu memilih jenis pemeriksaan yang tepat, item yang di-inspect apa saa, prosedur inspeksinya harus bagaimana, acceptance kriterianya seperti apa.
  • Drawing; disini bukan masalah kemampuan bagaimana membuat gambarnya tetapi adalah kemampuan untuk membaca gambar kerja khususnya terkait dengan pengelasan. Seorang WI harus mampu membaca gambar, sehingga dapat mengetahui bentuk produk yang akan dibuat, seberapa besar dimensinya, dan kriteria-kriteria lainnya.
  • Reporting; atau pelaporan merupakan aktivitas tuliskan apa yang dilakukan dan lakukan apa yang sudah ditulis. Aktivitas reporting ini mengandalkan keuletan atau kerajinan seorang WI, karena laporan ini merupakan evidence atau bukti mengenai progress pekerjaan.
  • Communication skill; kemampuan berkomunikasi adalah hal yang sangat penting agar informasi yang disampaikan sesuai dengan yang diharapkan. Selain kemampuan bahasa juga masalah seni dalam berkomunikasi.

Bagaimana Cara menjadi Seorang WI

Untuk dapat menjadi seorang welding inspector, maka anda harus mengikuti pelatihan khusus untuk welding inspector. Setelah pelatihan aka dilanjutkan dengan ujian dan sertifikasi. Apabila lulus maka anda akan memperoleh sertifikat WI. Lama pelatihan biasanya beberapa ratus jam atau kurang lebih selama 3 bulan dengan biaya kurang lebih hampir Rp. 15.000.000,-. Banyak pilihan lembaga yang dapat anda pilih untuk mengikui kursus WI. Jangan khawatir akan biaya kursus yang lumayan besar, karena gaji WI juga lumayan besar sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Baca juga: Gaji welder berdasarkan kualifikasinya

Kata kunci pencarian:

  • cara menjadi welding inspector
  • cara menjadi welder profesional
  • syarat menjadi welding inspector