Cara menentukan kecepatan pemakanan pada mesin bubut

Kecepatan pemakanan adalah salah satu parameter pemotongan yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan pembubutan. Bagaimana cara menentukan kecepatan pemakanan akan kita bahas lebih detail pada artikel kali ini. Bagi sobat mesin yang masih bingung dengan parameter pemotongan silahkan bisa dibaca kembali penjelasannya pada Parameter pemotongan pada proses pembubutan.

Gerak makan (feed rate), merupakan jarak yang ditempuh oleh gerakan mata potong pahat saat memotong benda kerja sepanjang bidang potong setiap satu kali putaran spindel, sehingga satuan f adalah mm/put atau inchi/put. Hal ini menjadi dasar dalam perhitungan cara menentukan kecepatan pemakanan.

Pengertian lainnya disebut juga dengan laju gerak pemakanan, adalah kecepatan relatif dimana alat potong bergerak di sepanjang benda kerja. Unit satuannya hampir selalu berupa jarak per revolusi spindle (inci per revolusi atau milimeter per revolusi [mm / rev]).

Gerak makan ditentukan berdasarkan pertimbangan beberapa hal yaitu: kesiapan mesin, material benda kerja, material pahat, bentuk pahat, dan terutama kehalusan permukaan yang diinginkan, serta lama waktu pengerjaan yang diinginkan. Dua hal terakhir yaitu tingkat kualitas kehalusan permukaan dan lama waktu pengerjaan biasanya yang paling dominan digunakan sebagai pertimbangan penentuan besarnya feeding. Kesiapan mesin ini dapat diartikan bahwa seberapa besar kemampuan mesin dalam mendukung tercapainya kecepatan pemakanan yang optimal.

Gerak makan ditentukan dalam hubungannya dengan kedalaman potong h. Gerak makan tersebut berharga sekitar 1/3 sampai 1/20 h, atau sesuai dengan kehalusan permukaan yang dikehendaki. Semakin kecil gerak makan yang digunakan maka akan dapat diperoleh tingkat kehalusan permukaan yang semakin baik. Namun demikian penggunaan gerak makan yang kecil akan menyebabkan waktu pengerjaan pembubutan yang semakin lama.

Pengaturan besarnya gerak makan pada mesin bubut dapat dilakukan dengan cara mengatur kombinasi handle yang tersedia pada mesin. Secara teknis pengaturan pada mesin bubut dapat dibaca pada artikel berikut: Cara mengatur feeding pada mesin bubut manual. Ilustrasi mengenai gerak makan ditunjukkan pada Gambar berikut ini.

Cara menentukan kecepatan pemakanan
Gerak makan dan kehalusan permukaan pembubutan

Penentuan besarnya gerak makan ini juga perlu mempertimbangkan proses pembubutan yang sedang dilakukan. Pada proses pembubutan roughing (pengasaran) maka dapat digunakan harga feeding yang agak besar sekitar 0,3-0,4 mm/put karena tingkat kehalusan permukaan masih dapat diabaikan, sedangkan untuk proses pembubutan finishing maka sebaiknya menggunakan nilai gerak makan yang kecil sekitar 0,045-0,056 mm/put.

Perlu diperhatikan bahwa pengaturan gerak makan ini hanya akan berfungsi/berlaku untuk proses pembubutan dengan menjalan eretan secara otomatis. Pengaturan gerak makan menjadi tidak berfungsi apabila pembubutan dilakukan dengan menggerakan eretan secara manual.

Perhitungan cara menentukan kecepatan pemakanan dapat dijelaskan sebagai berikut. Besarnya kecepatan pemakanan (F) dalam satuan mm/menit pada proses pembubutan ditentukan oleh seberapa besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan mm/putaran dikalikan besar putaran benda kerja dalam satuan rpm (revolution per-menit).

Sebagaimana penjelasan sebelumnya bahwa besarnya (f) dapat diatur pada mesin, sedangkan putaran benda kerja berdasarkan hasil perhitungan.  Maka rumus untuk mencari cara menentukan kecepatan pemakanan (F) adalah sebagai berikut;

Cara menentukan kecepatan pemakanan
Rumus perhitungan kecepatan pemakanan

Contoh  Kasus Cara menentukan kecepatan pemakanan

Seorang siswa akan melakukan pembubutan sebuah benda kerja berupa poros dengan diameter 50 mm. Diketahui bahwa besarnya kecepatan potong (CS) adalah 30 meter/menit dan ditentukan besar feeding (f) adalah 0,20 mm/putaran. Selain itu, diketahui juga pilihan putaran mesin yang tersedia adalah 60,110,180,200,265,530,1000,1400 rpm. Tugas Anda adalah membantu siswa tersebut agar dapat menentukan besar kecepatan pemakanannya dengan cara yang benar?

Langkah Penyelesaian Cara menentukan kecepatan pemakanan

  • Mengihtung terlebih dahulu besarnya putaran benda kerja (perhatikan contoh kasus
    Cara menentukan putaran mesin bubut.) Dengan menggunakan rumus perhitungan tersebut maka akan diperoleh 191 rpm.
  • Berdasarkan hitungan dan putaran mesin yang tersedia, maka dipilih putaran benda kerja adalah sebesar 200 rpm.
  • Selanjutnya menghitung besarnya kecepatan pemakanan
  • F = f x n (mm/menit) = 0,20 x 200 = 40 mm/menit
  • Pengertiannya adalah bahwa pahat akan bergeser sejauh 40 mm, selama waktu satu menit dalam proses pembubutan yang dilakukan

Demikian penjelasan mengenai cara menentukan kecepatan pemakanan pada mesin bubut, semoga bermanfaat.

Salam solidarity forever