Cara menghitung waktu pembubutan pada mesin bubut manual

Lama waktu pengerjaan pada mesin menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan dalam membuat suatu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan produksi. Artikel kali ini akan membahas mengenai cara menghitung waktu pembubutan pada beberapa jenis pekerjaan yang sering dilakukan pada mesin bubut manual.

Berdasarkan informasi pada gambar kerja (jobsheet) maka dapat diketahui jenis bahan dan ukuran awal benda kerja, diameter pengerjaan benda kerja, selain itu besarnya kecepatan potong dapat ditentukan berdasarkan jenis material dan kecepatan pemakanan/penggeseran pahatnya dapat ditentukan, sehingga waktu yang diperlukan untuk proses pembubutan dapat dihitung. Lama waktu ini biasanya dikenal juga dengan istilah machining time.

Cara menghitung waktu pembubutan dapat dilakukan berdasarkan jenis proses pembubutan yang dilakukan. Naah kali ini hanya akan dibahas pada proses pembubutan memanjang dan pembubutan muka. Perlu diketahui bahwa yang dihitung disini adalah waktu pemotongannya, dan tidak termasuk waktu persiapan atau setelah proses pemotongan.

Cara menghitung waktu pembubutan memanjang

Lama waktu pengerjaan pada mesin bubut, khususnya pada proses pembubutan memanjang dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu panjang atau jarak tempuh total pembubutan (L) dalam satuan mm dan kecepatan pemakanan (F) dalam satuan mm/menit.

Panjang total pembubutan (L) adalah jarak tempuh keseluruhan yang dilalui oleh pahat baik saat penyayatan maupun start awal pahat beberapa saat sebelum menyayat benda kerja (ℓa), dimana Ltotal= ℓa + ℓ (mm) sebagaimana ditunjukkan pada Gambar di bawah ini. Sedangkan nilai kecepatan pemakanan (F) adalah sebesar F= f.n (mm/menit), perhatikan kembali pembahasan dan contoh perhitungan pada Cara menentukan kecepatan pemakanan pada mesin bubut.

Cara menghitung waktu pembubutan memanjang
Cara menghitung waktu pembubutan memanjang

Cara menghitung waktu pembubutan pada pemesinan bubut rata, diberi notasi (trata) dengan memperhatikan penjelasan di atas maka dapat ditentukan dengan besarnya panjang langkah total pembubutan (mm) dibagi dengan kecepatan pemakanan (mm/menit).

Seorang operator harus menentukan jarak awal yang cukup dan aman sebagai awal mulai pergerakan pahat sebelum menyayat benda kerja. Jarak yang diambil biasanya sekitar 3-5 mm. perhatikan pada gambar di atas, yaitu jarak yang diberikan notai “a”. Jarak ini dimaksudkan agar pahat memiliki gaya yang cukup untuk mulai menyayat benda kerja.

Perhitungan cara menghitung waktu pembubutan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Rumus cara menghitung waktu pembubutan
Rumus cara menghitung waktu pembubutan

Catatan: perhitungan tersebut adalah waktu yang diperlukan untuk satu kali penyayatan sesuai dengan kedalaman potong yang ditentukan. Apabila pembubutan dilakukan dalam beberapa kali maka dikalikan dengan jumlah penyayatan yang dilakukan.

Cara menghitung waktu pembubutan muka

Perhitungan lama waktu pemesinan pada proses pembubutan muka pada prinsipnya sama dengan menghitung waktu pemesinan bubut rata. Hal yang membedakan adalah pada arah gerakan penyayatan pahat yaitu pada arah melintang menuju titik pusat benda kerja. Perhatikan pada anak panah hitam gambar di bawah.

Faktor yang mempengaruhi lama waktu pembubutannya adalah ukuran diameter benda kerja yang sedang dikerjakan dalam satuan mm dan kecepatan pemakanan (F) dalam satuan mm/menit.

Gambar di bawah ini menunjukkan bahwa panjang total langkah pembubutan (L) pada pembubutan muka besarnya adalah setengah diameter benda kerja yang dikerjakan ditambah dengan jarak langkah start awal pahat. Perlu diperhatikan juga adalah posisi ujung sisi sayat pahat harus setinggi center benda kerja, agar gaya pemotongan lebih ringan dan hasil penyayatan lebih halus.

Rumus cara menghitung waktu pembubutan muka dapat dituliskan L=1/2d + la. Sedangkan untuk besarnya kecepatan pemakanan tetap mengacu rumus F = f x n (mm/menit).

Dengan menggunakan prinsip yang sama pada perhitungan waktu pembubutan rata, maka perhitungan waktu pemesinan bubut muka (tmuka) dapat ditentukan dengan cara membagi besarnya langkah total pembubutan dalam arah melintang (mm) dengan kecepatan pemakanan (mm/menit).

Seorang operator mesin bubut harus menentukan jarak awal yang cukup dan aman sebagai start awal pergerakan pahat sebelum menyayat benda kerja. Jarak awal yang diambil biasanya sekitar 3-5 mm. Cara menghitung waktu pembubutan muka dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

cara menghitung waktu pembubutan muka
cara menghitung waktu pembubutan muka

Pada rumus tersebut perlu diperhitungkan juga adalah putaran benda kerja. Untuk menentuka putaran benda kerja yang sesuai dengan dasar teori yang benar dapat dibaca pada Cara menentukan putaran mesin bubut

Demikian sekilas cara menghitung waktu pembubutan yang diaplikasikan pada pekerjaan pembubutan memanjang dan juga pembubutan muka. Semoga dapat bermanfaat.