Pemrograman CNC G71: Siklus pembubutan pengasaran/roughing

Hallo Sobat Mesin, pada artikel ini kita akan bicara tentang pemrograman CNC. Barangkali ada diantara Sobat yang sering menghadapi pekerjaan membubut dari diameter bahan yang cukup besar menjadi diameter yang kecil sehingga perlu melakukan siklus pemakanan secara berulang. Dan pekerjaan itu dilakukan pada mesin bubut CNC.

Selain itu mungkin juga Sobat menghadapi pekerjaan pembubutan dimana perlu membuat kontur atau bentuk benda kerja tertentu yang meliputi bubut bertingkat, chamfer, radius maupun tirus pada satu benda kerja utuh. Artinya benda yang dikerjakan cukup kompleks dengan beberapa jenis pekerjaan pembubutan.

Apabila Sobat menghadapi kondisi sebagaimana tersebut di atas pada penggunaan mesin bubut CNC, maka sebaiknya lakukan langkah pembubutan pengasaran (roughing). Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan pembubutan dapat berjalan lebih efektif dan pemrograman CNC (coding programnya) lebih efisien.

Nah pada seri CNC Manufacturing kali ini kita akan membahas program siklus pembubutan yang digunakan pada proses pembubutan dengan menggunakan mesin bubut CNC tipe produksi dengan kontrol Fanuc OiT. Salah satu siklusnya adalah Pemrograman CNC G71.

G71 adalah kode pemrograman CNC yang digunakan untuk siklus proses pembubutan roughing untuk membuat kontur yang telah didefinisikan bentuknya pada nomor baris tertentu. Siklus Pemrograman CNC ini mempermudah dalam proses pembubutan dengan bentuk kontur yang relatif kompleks, dimana mengakomodasi pembubutan lurus, tirus, chamfer maupun radius. Pergerakan alat potong mengikuti titik-titik kontur yang didefinisikan pada baris perintahnya.

Baca: Pemrograman CNC: Siklus pembubutan memanjang

Berikut ini adalah syntax untuk penulisan kode pemrograman CNC pada perintah gerakan siklus pembubutan G71. Cara penulisannya mengikuti dua baris pendefinisian dan harus ditulis sesuai ketentuan berikut ini:

Syntax Pemrograman CNC G71

Gerakan pahat pada Pemrograman CNC G71

Penulisan baris perintah G71 terdiri dari dua baris (perhatikan di atas), yaitu baris pertama merupakan penetapan kedalaman potong dan jarak kembali. sedangkan baris kedua mendefinisikan bentuk kontur dan parameter proses bubut roughing.

Bentuk kontur yang akan dikerjakan didefinisikan bentuknya pada nomor baris ns sampai dengan nf. Baris ns diawali dengan kode G0 di posisi awal kontur benda kerja yang dikerjakan, sedangkan pada baris berikutnya menggunakan kode G1 atau G2/G3 masing-masing untuk bentuk garis lurus dan garis melengkung. Pada baris antara ns dan nf boleh memasukkan harga kompensasi alat potong G41 atau G42.

pemrograman CNC G71

Gerakan alat potong pada siklus G71 sebagaimana ditunjukkan pada gambar di atas. Arah warna merah menunjukkan gerakan alat potong pada proses pengasaran sesuai dengan kedalaman pemotongan yang ditentukan. Jumlah layer pemotongan menyesuaikan total pengurangan ukuran dan ketebalan setiap penyayatan.

Sedangkan arah dengan warna biru menunjukkan gerakan alat potong yang mengikuti bentuk kontur di akhir siklus. Berikut ini ilustrasi gerakan alat potong pada siklus G71 yang menunjukkan posisi start point, gerakan penyayatan pengasaran, gerakan penyayatan kontur dan posisi end point. Sedangkan untuk penentuan parameter pemotongan pada mesin CNC yang optimal dalam Sobat baca di artikel berikut: parameter pemesinan CNC

Soal Latihan Pemrograman CNC G71

Untuk mengukur pemahaman Sobat dalam pembahasan penggunaan siklus pembubutan pengasaran G71 silahkan kerjakan soal latihan berikut ini. hehehe…. ini bukan ujian kok sekedar latihan saja. Untuk melihat gambar kerja soal latihan silahkan klik DISINI.

Petunjuk soal: Buat program CNC untuk benda kerja sebagaimana gambar di atas dengan menggunakan perintah siklus G71, dengan memperhatikan ketentuan berikut ini: putaran spindel maksimum yang diijinkan 2.500 rpm, ketebalan pemakanan/penyayatan maksimum 2 mm dan kecepatan potong 200 m/menit.

  1. Tulislah program lengkap pada selembar kertas
  2. Input pada software simulasi dan jalankan
  3. Cermati dan analisa hasil simulasinya

Refferences

  • Daewoo. (1998). CNC Program Manual. Daewoo Heavy Industries and Machinery LTD: Korea.
  • Pemrograman Mesin CNC, 2014. Sentot Wijanarka. FT UNY